IndonesiaBuzz: Wonogiri, 19 Mei 2026 – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Wonogiri menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar SMA Negeri 1 Wuryantoro, Selasa (19/5/26). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Wonogiri Ipda Sumiyanto, bersama dua personel Satlantas lainnya. Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berkendara serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai bagian dari tanggung jawab sosial di ruang publik.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pentingnya disiplin berlalu lintas, hingga edukasi safety riding atau teknik berkendara yang aman dan benar.
Selain aspek regulasi, para pelajar juga diajak memahami risiko kecelakaan yang kerap melibatkan usia remaja akibat rendahnya kesadaran keselamatan, penggunaan kendaraan tanpa perlengkapan standar, hingga perilaku berkendara yang ugal-ugalan di jalan raya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa didorong menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun budaya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas yang lebih kondusif di wilayah Kabupaten Wonogiri.
Kasihumas Polres Wonogiri Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri Wahyu Sulistyo, mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi strategi jangka panjang kepolisian dalam membangun kesadaran disiplin berlalu lintas sejak dini.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman tentang pentingnya keselamatan di jalan raya serta mampu menjadi contoh tertib berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” ujar AKP Anom.
Ia menambahkan, pendekatan edukatif dan humanis kepada generasi muda dinilai lebih efektif dalam membangun budaya berlalu lintas yang aman dibandingkan hanya mengandalkan penindakan hukum semata.
Menurutnya, pelajar memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial di lingkungan sekolah maupun keluarga. Karena itu, pembentukan karakter disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah dianggap penting untuk menekan angka kecelakaan yang masih didominasi kelompok usia produktif dan remaja.
Polres Wonogiri, lanjut Anom, akan terus menggencarkan program edukasi keselamatan berlalu lintas ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih sadar hukum, tertib, dan berorientasi pada keselamatan di jalan raya.
Di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan di daerah, pendidikan keselamatan lalu lintas bagi pelajar dinilai bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk membangun budaya berkendara yang lebih disiplin dan berkeselamatan. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







