IndonesiaBuzz: Ngawi, 20 Agustus 2025 – Keberadaan sejumlah bangunan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi yang hingga kini belum difungsikan mulai menuai sorotan publik. Salah satunya rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati Ngawi di Jalan MH. Thamrin, Kota Ngawi, yang hingga lebih dari setahun masih dibiarkan kosong.
Rumdin tersebut sebelumnya merupakan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi. Pada Juni 2024, bangunan itu direvitalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan anggaran Rp2,5 miliar. Namun, hingga Agustus 2025, bangunan di selatan Alun-alun Merdeka Ngawi itu belum juga difungsikan.
Kondisi ini memicu kritik dari Ketua Rumah Hukum Aspirasi Publik (RHAP) Ngawi, Sumadi. Ia menilai mangkraknya rumdin tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
“Kalau pembangunan sudah selesai tapi tidak difungsikan, itu sama saja pemborosan. Dan pemborosan itu bagian dari potensi korupsi. Anggaran negara keluar, tapi tidak bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Sumadi saat dikonfirmasi, Rabu (20/8/2025).
Ia juga menyinggung lemahnya perencanaan yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), tim anggaran eksekutif, serta badan anggaran legislatif. Menurutnya, pengawasan dari DPRD seharusnya bisa mencegah penggunaan anggaran untuk proyek yang belum jelas pemanfaatannya.
“Kalau Rp2,5 miliar itu dialihkan untuk pembangunan jalan, sudah berapa kilometer yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Perencanaan harus matang dan evaluasi tim anggaran mutlak diperlukan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Ngawi, Yesi Widyarti, mengakui pembangunan rumdin belum rampung. Menurutnya, masih ada sejumlah pekerjaan lanjutan yang membutuhkan tambahan anggaran.
“Pekerjaan yang belum selesai meliputi ruang kerja, dapur, dan perbaikan pagar depan. Itu akan kita lanjutkan dengan anggaran PAPBD sebesar Rp1,1 miliar,” jelas Yesi.
Ia menargetkan rumdin Wakil Bupati bisa selesai pada akhir 2025 dan siap ditempati. Namun, ia mengakui anggaran tambahan tersebut belum mencakup semua kebutuhan.
“Garasi, area parkir, dan halaman masih belum tercover. Tapi kita targetkan akhir tahun ini sudah bisa ditempati,” pungkasnya. (Esaputra/Koresponden Ngawi)






