IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 2 Juli 2025 – Di tengah meningkatnya angka konflik rumah tangga di Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta, Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, menciptakan terobosan sosial dengan membentuk Klinik Konsultasi Keluarga atau Klik Keluarga. Inovasi berbasis komunitas ini hadir sebagai solusi lokal yang menangani konflik keluarga dari akarnya, dengan pendekatan preventif, konsultatif, dan partisipatif.
Klik Keluarga pertama kali digagas oleh Lurah Panggungharjo saat itu, Wahyudi Anggoro Hadi, pada 2019 sebagai respons atas maraknya persoalan keluarga di wilayahnya. Klinik ini kini menjadi garda depan intervensi sosial bagi warga yang mengalami persoalan rumah tangga.
Pamong Kalurahan Panggungharjo, Hosni Bimo Wicaksono menjelaskan bahwa klik keluarga hadir guna menyelesaikan masalah di dalam keluarga khususnya di kelurahan Panggungharjo.
“Klik Keluarga adalah lembaga yang dibentuk untuk mendampingi keluarga-keluarga di Kalurahan Panggungharjo agar mampu menghadapi persoalan di dalam keluarga,” ujar Pamong Kelurahan Panggungharjo, Hosni Bimo Wicaksono, Rabu (2/7/25).
Tujuan utama program ini adalah menciptakan ruang hidup yang sehat, tangguh, dan bermartabat. Layanan yang diberikan mencakup konsultasi, edukasi, advokasi, hingga pendampingan oleh kader-kader lokal yang telah mendapat pelatihan khusus. Saat ini, Klik Keluarga telah tersebar di seluruh 14 padukuhan, melibatkan 28 kader aktif yang bekerja hingga tingkat RT.
Dalam beberapa tahun terakhir, program ini menjadi rujukan praktik baik di bidang penanganan konflik keluarga berbasis komunitas. Hal ini semakin relevan melihat data tahun 2024 yang mencatat lebih dari 20.000 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara nasional, dengan 168 kasus terjadi di Yogyakarta.
Hosni menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menangani persoalan keluarga, termasuk pada aspek ekonomi rumah tangga.
“Kami membangun kesadaran keluarga akan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Tapi faktanya, pengeluaran hiburan justru lebih tinggi dari SPP dan BPJS,” ungkapnya.
Klik Keluarga dijalankan melalui empat pendekatan strategis: pencegahan, penanganan, pemulihan, dan perlindungan. Pendekatan ini diwujudkan dalam berbagai aktivitas seperti pendidikan keluarga di tingkat padukuhan, pendampingan langsung, deteksi dini konflik, dan kerja sama lintas sektor dengan lembaga seperti Puspaga.
Ketua Klik Keluarga, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa kader-kader di lapangan berperan penting dalam menjangkau warga. “Misalnya jika ada keluarga yang sering cekcok, kader segera turun untuk mencari akar masalahnya,” jelasnya.
Selain menjadi ruang konsultasi, Klik Keluarga juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Program ini mendorong terciptanya komunikasi empatik di antara anggota keluarga, sebagai langkah penting dalam mencegah konflik berkepanjangan.
“Sering terjadi, suami sibuk kerja, istri sibuk HP saat suami pulang. Pola komunikasi seperti ini sering jadi sumber konflik,” kata Bimo, menyoroti pentingnya dialog yang sehat dalam rumah tangga.
Ke depan, Klik Keluarga diyakini bisa menjadi model pembangunan sosial berkelanjutan yang bisa direplikasi di desa-desa lain.
“Klik Keluarga menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah desa bisa hadir bukan hanya sebagai birokrat, tetapi sebagai fasilitator perubahan,” pungkas Rahmat Hidayat. (Dimas PP/Koresponden Jogja)
Dapatkan breaking news dan pilihan berita terbaik langsung di ponselmu. Akses sekarang di IndonesiaBuzz.com WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VbB0Pi6GpLHNXUg9xv0g







