IndonesiaBuzz: Magelang, 23 Januari 2026 – Sebanyak lima guru dan karyawan serta 75 siswa SMP Negeri 10 Kota Magelang, Jawa Tengah, mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala keracunan muncul sekitar 15 jam setelah makanan dikonsumsi pada Rabu (21/1/26) siang.
Kepala SMPN 10 Kota Magelang, Sri Mulyani, mengatakan para korban mulai mengalami muntah dan diare sejak Kamis (22/1/26) pagi hingga siang hari.
“Reaksinya 15 jam,” ujar Sri saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/26).
Sri menjelaskan, menu MBG yang diterima sekolah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejowinangun Utara terdiri atas semangka, tempe crispy, telur puyuh saus mentega, dan cah sayur. Usai kejadian, pihak sekolah langsung meminta petugas puskesmas untuk memberikan penanganan medis kepada para siswa dan guru yang terdampak.
“Beberapa sudah masuk sekolah hari ini,” kata Sri.
Dinas Kesehatan Kota Magelang telah mengambil sampel makanan MBG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah guna memastikan penyebab keracunan.
Diketahui, SMPN 10 Kota Magelang telah menerima program MBG sejak 10 Desember 2025 dengan total 680 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan. Namun, terhitung sejak Jumat (23/1/26), distribusi MBG ke sekolah tersebut dihentikan sementara.
Kepala SPPG Rejowinangun Utara, Tri Adi Prakoso, belum memberikan keterangan rinci terkait insiden tersebut. Ia menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Kami menunggu hasil lab,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Istikomah, belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menegaskan bahwa kasus keracunan ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, khususnya terkait pemilihan bahan pangan serta durasi pengolahan hingga pendistribusian makanan.
“Kami sangat berharap MBG berjalan sukses dan lancar. Namun, jaminan kesehatan serta keamanan makanan secara higienis harus tetap terjaga,” tegasnya.







