IndonesiaBuzz : Madiun, 10 Agustus 2026 – Puluhan nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Mitra Berkah Sejahtera (BMT MBS Syariah) mendatangi rumah founder sekaligus pemilik koperasi, Sugeng Widodo, di Perumahan City Garden Asri Blok D-8, Jiwan, Kabupaten Madiun, Minggu (9/8/2026).
Kedatangan mereka untuk meminta kepastian pencairan tabungan dan deposito yang hingga kini belum dapat ditarik.Nasabah yang datang berasal dari sejumlah wilayah di Madiun dan Magetan.
Mereka mengaku telah berulang kali mengajukan pencairan, tetapi belum memperoleh kepastian mengenai waktu pengembalian dana.
Keluhan tersebut juga muncul setelah cabang Jiwan yang menjadi tempat sejumlah nasabah menempatkan dana disebut sudah tidak beroperasi sejak Juni 2026. Para nasabah kemudian membentuk grup WhatsApp beranggotakan ratusan orang untuk berkomunikasi sekaligus mendata simpanan yang belum dapat dicairkan.
Salah satu nasabah, Suparti, warga Tegalarum, Kecamatan Bendo, mengatakan dana deposito miliknya bersama anak-anaknya mencapai Rp600 juta. Dana tersebut ditempatkan di BMT MBS Syariah cabang Jiwan.
“Deposito saya sama anak-anak digabung, totalnya Rp600 juta. Itu di cabang Jiwan. Cabangnya sudah tutup sejak Juni,” ujar Suparti.
Menurut Suparti, dirinya telah mendatangi kediaman Sugeng Widodo untuk meminta kejelasan mengenai pencairan dana. Namun, ia mengaku baru menerima sejumlah uang tanpa kepastian mengenai pembayaran sisa simpanannya.
“Katanya belum ada uang dan masih diusahakan. Tapi sampai sekarang tidak ada ujungnya,” katanya.
Nasabah lain, Dina, warga Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, mengaku memiliki simpanan Rp40 juta yang belum dapat ditarik meski telah beberapa kali mengajukan pencairan. Ia juga mengaku sudah mendatangi kantor pusat BMT MBS Syariah di Jalan Manyar, Kincang, Kecamatan Jiwan, untuk menanyakan kepastian pembayaran.
“Saya menyimpan di MBS Rp40 juta. Berkali-kali saya ambil, sampai sekarang belum bisa,” ujar Dina.
Dalam pendataan internal grup WhatsApp nasabah, sedikitnya 104 orang tercatat memiliki dana yang belum dapat dicairkan dengan total sekitar Rp6 miliar.
Data tersebut belum diverifikasi secara independen dan baru mencakup anggota grup sehingga jumlah nasabah maupun nilai dana bermasalah masih berpotensi bertambah.Para nasabah berharap dapat bertemu langsung dengan Sugeng Widodo di kediamannya.
Namun hingga siang hari, Sugeng tidak menemui mereka dan rumah tersebut terlihat tertutup serta terkunci dari dalam.
Sejumlah anggota Polres Madiun Kota berada di lokasi untuk memantau situasi. Kasat Reskrim AKP Agus Riadi bersama Kapolsek Jiwan AKP Bambang Wahyujati juga mendatangi kerumunan nasabah, tetapi AKP Agus Riadi belum memberikan keterangan kepada awak media terkait persoalan tersebut.
Situasi di lokasi berlangsung kondusif. Sebelumnya, para nasabah juga telah mengadukan persoalan tersebut kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto dan meminta pemerintah membantu mencarikan solusi atas dana yang belum dapat ditarik.
Hingga berita ini ditulis, Sugeng Widodo maupun pihak manajemen BMT MBS Syariah belum memberikan keterangan langsung terkait keluhan nasabah, termasuk data internal yang mencatat 104 nasabah dengan total dana sekitar Rp6 miliar tersebut.







