IndonesiaBuzz: Wonogiri, 30 Januari 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonogiri dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Tidak hanya menyasar siswa, program ini juga diperluas dengan menjadikan guru sekolah sebagai penerima manfaat, seiring penguatan kebijakan pemenuhan gizi masyarakat.
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Wonogiri, Pandri Prabowo, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak akan berhenti meski memasuki bulan puasa. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap beroperasi dan menyalurkan makanan bergizi bagi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
“Program MBG tetap diberikan saat Ramadan, hanya menunya yang disesuaikan. Bentuknya makanan kering yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa, seperti buah, kue, telur rebus, dan susu,” ujar Pandri, Jumat (30/1/26).
Distribusi MBG selama Ramadan juga tidak mengalami perubahan jadwal. Untuk siswa dan guru, makanan tetap dibagikan pada jam istirahat sekolah sebelum pulang. Sementara bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, distribusi dilakukan melalui posyandu terdekat pada siang hari.
Pandri menjelaskan, perluasan sasaran penerima berdampak pada peningkatan jumlah SPPG di Wonogiri. Hingga akhir Januari 2026, tercatat 62 unit SPPG telah beroperasi dan melayani sekitar 172.000 penerima manfaat. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan November 2025 yang masih sebanyak 47 unit.
Meski demikian, kebutuhan ideal SPPG untuk menjangkau seluruh sasaran MBG diperkirakan mencapai 110 unit. Kekurangan tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan dan penguatan fasilitas. “Tahun ini semestinya seluruh sasaran penerima sudah mendapatkan program MBG,” kata Pandri.
Dalam pelaksanaannya, sebagian besar bahan baku MBG berasal dari produk lokal. Sayuran, buah, dan beras dipasok oleh petani setempat yang tergabung dalam kelompok tani, sementara kebutuhan susu masih didatangkan dari luar daerah.
Sementara itu, Pasiter Kodim 0728/Wonogiri Kapten Jumadi menyampaikan bahwa hingga saat ini jaringan SPPG telah tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri.
Keberlanjutan program MBG selama Ramadan sekaligus perluasan penerima manfaat dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga asupan gizi masyarakat, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal berbasis pertanian dan ketahanan pangan daerah.







