IndonesiaBuzz: Historia – Prabu Jayabaya, dengan gelar lengkap Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, merupakan raja Panjalu atau Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157. Jayabaya dikenal luas karena ramalannya, yang tertuang dalam bentuk tembang atau kakawin, dikenal dengan sebutan Jangka Jayabaya.
Ramalan Jayabaya dipercaya banyak orang karena sejumlah prediksinya terbukti terjadi di tanah Jawa dan diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2100. Beberapa ramalan fenomenal menyangkut kedatangan bangsa asing, kemunculan kendaraan yang bisa berjalan tanpa kuda serta pesawat terbang, dan pola cuaca yang tidak biasa.
Di bidang politik, Jayabaya dikenal sebagai raja yang berhasil mempersatukan Kediri dan Jenggala. Kejayaan Kerajaan Kediri di bawah kepemimpinannya tercatat dalam berbagai prasasti, seperti prasasti Hantang (1135), prasasti Talan (1136), dan prasasti Jepun (1144), serta karya sastra Kakawin Bharatayuddha (1157). Prasasti Hantang menegaskan kemenangan Kediri atas Jenggala, yang kemudian disimbolkan dalam Kakawin Bharatayuddha sebagai kemenangan Pandawa atas Kurawa.
Selain sebagai pemersatu wilayah, Jayabaya juga mendorong perkembangan kesusastraan. Kakawin Bharatayuddha yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh menjadi salah satu bukti kejayaan literasi di masa pemerintahannya.
Jayabaya juga diyakini sebagai leluhur raja-raja di Jawa. Dari istrinya, Dewi Sara, lahirlah beberapa anak, termasuk Jaayamijaya, yang keturunannya dipercaya menjadi raja Majapahit dan Mataram.
Selain politik dan kesusastraan, ramalan Jayabaya menjadi bagian penting dari warisan budaya. Tiga ramalan yang menonjol adalah tentang kedatangan bangsa kulit putih (Belanda) dan bangsa kuning (Jepang), kemunculan kendaraan tanpa kuda dan pesawat terbang, serta fenomena cuaca yang tidak menentu, seperti hujan yang turun di waktu yang tidak semestinya.
Prabu Jayabaya turun tahta pada usia lanjut dan diyakini moksa di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Hingga kini, petilasan Jayabaya tetap dikunjungi banyak orang dan dikeramatkan oleh penduduk setempat, menjadi saksi bisu perjalanan raja yang juga dikenal sebagai peramal legendaris.







