IndonesiaBuzz: Wonogiri, 4 Juni 2026 – Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 dan Operasi Pekat II Candi 2026, Polres Wonogiri mematangkan kesiapan personel melalui Pelatihan Pra Operasi yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri, Kamis (4/6/26). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan personel, serta memastikan seluruh tahapan operasi berjalan profesional dan tepat sasaran.
Sebanyak 75 personel mengikuti pelatihan yang dipimpin langsung oleh AKBP Wahyu Sulistyo didampingi Kompol Parwanto. Hadir pula para pejabat utama Polres Wonogiri, para kepala satuan fungsi, perwakilan kapolsek jajaran, serta personel yang akan diterjunkan dalam kedua operasi tersebut.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa kesiapan personel menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasi di lapangan. Menurutnya, setiap anggota harus memahami tujuan operasi, pola tindakan, hingga standar operasional yang harus dijalankan selama bertugas.
“Pelaksanaan operasi bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga upaya memberikan rasa aman dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” tegas Kapolres di hadapan peserta pelatihan.
Operasi Patuh Candi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026, dengan melibatkan 48 personel. Operasi ini mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis yang didukung penegakan hukum lalu lintas. Fokus utama operasi diarahkan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kabupaten Wonogiri.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, Polres Wonogiri menilai pendekatan preventif dan edukatif tetap menjadi strategi utama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Penindakan hukum dilakukan secara proporsional terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, Operasi Pekat II Candi 2026 akan berlangsung lebih panjang, yakni selama 20 hari mulai 8 hingga 27 Juni 2026 dengan melibatkan 28 personel. Operasi tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Sasaran utama operasi meliputi berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu ketenteraman warga, terutama peredaran minuman keras ilegal dan penyalahgunaan narkotika. Kepolisian berharap langkah tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat Wonogiri.
Selama pelatihan berlangsung, para narasumber memberikan pembekalan komprehensif terkait perkembangan situasi kamtibmas, pemetaan potensi kerawanan wilayah, strategi pencegahan gangguan keamanan, hingga langkah-langkah teknis yang harus dilakukan selama operasi berjalan. Materi juga memperkuat peran fungsi intelijen, pembinaan masyarakat, lalu lintas, dan penegakan hukum agar pelaksanaan operasi mampu menjawab tantangan di lapangan secara efektif.
Kapolres Wonogiri kembali mengingatkan seluruh personel agar menjaga profesionalisme dan integritas selama bertugas. Ia meminta setiap anggota memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal, mematuhi prosedur yang berlaku, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta terjaganya situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Wonogiri.
Melalui pelaksanaan Pelatihan Pra Operasi ini, Polres Wonogiri berharap seluruh personel memiliki kesiapan teknis maupun mental yang optimal sehingga Operasi Patuh Candi 2026 dan Operasi Pekat II Candi 2026 dapat berjalan secara profesional, terukur, dan humanis. Dengan kesiapan tersebut, kepolisian menargetkan terwujudnya kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat yang semakin baik di Kabupaten Wonogiri.
Selama kegiatan pelatihan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







