IndonesiaBuzz: Sosial Kemasyarakatan – Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul, muncul sebagai garda terdepan dalam menjaga budaya lokal sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga. Sejak Pemda DIY meluncurkan program Desa Mandiri Budaya pada 2020, mereka aktif menggerakkan empat pilar program, terutama PRIMA (Perempuan Indonesia Maju).
Dua kelompok paling aktif, yakni KWT Ngudi Rejeki yang berdiri pada 2015 di Padukuhan Gesikan 3, serta KWT Bangkit yang berdiri pada 2018 di Padukuhan Bergan, rutin menggelar pelatihan pembuatan kompos, pengolahan hasil panen, hingga pemanfaatan lahan pekarangan. Selain itu, anggota KWT juga terlibat dalam kirab budaya, bazar, dan pentas seni yang digelar di desa.
Kegiatan-kegiatan tersebut tak hanya meningkatkan penghasilan, tetapi juga menjadi ruang belajar dan menjaga tradisi warisan leluhur.
“Kami senang karena bisa belajar, mendapat tambahan penghasilan, dan tetap melestarikan tradisi yang diwariskan orang tua kami,” kata Sulastri, Ketua KWT Ngudi Rejeki, Kamis (17/7/25).
Sementra itu, Pemerintah Kalurahan Wijirejo juga memberikan dukungan penuh kepada KWT.
“Kelompok Wanita Tani kami dorong tidak hanya menanam dan memanen, tetapi juga aktif menjaga budaya lokal dan menopang ekonomi rumah tangga,” ujar Kusworo, Lurah Wijirejo.
Keberadaan KWT Wijirejo membuktikan bahwa perempuan desa punya peran besar sebagai penggerak sosial, ekonomi, dan budaya. Di tengah derasnya modernisasi, mereka menjadi pilar penting dalam mewujudkan Desa Mandiri Budaya. (Dimas PP/ Koresponden Jogja)







