IndonesiaBuzz: Historia – Peradaban leluhur Jawa diduga terdeteksi pada batu berukir yang berusia beberapa dekade yang berada di Singapura. Batu itu dijuluki batu Singapura.
Batu Singapura saat ini tersimpan di Museum Nasional Singapura dan dianggap sebagai sebagai salah satu dari 12 harta nasional. Namun, batu tersebut masih menjadi misteri. Sebab, tulisan yang ada pada batu tersebut belum bisa diketahui berisi tentang apa dan menggunakan bahasa apa.
Para ilmuwan meyakini, penulisnya kemungkinan besar adalah seseorang dari Sumatera yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Akan tetapi usaha ini belum cukup untuk menentukan apa yang tertulis pada batu tersebut.
Menurut ahli prasasti Belanda, Johan Hendrik Caspar Kern, sempat berhasil menguraikan beberapa kata tetapi tidak dapat mengidentifikasi bahasa yang digunakan dalam tulisan tersebut. Dia memperkirakan prasasti pada batu Singapura kemungkinan dibuat pada tahun 1230.
Selanjutnya, N.J. Krom, seorang peneliti Belanda lainnya menyimpulkan tulisan di batu tersebut mirip dengan yang digunakan di Majapahit, kerajaan Hindu-Buddha di Jawa dari tahun 1293 hingga 1550. Dia juga menyatakan bahwa tulisan tersebut mungkin berasal dari sebelum tahun 1360.
Sebagai informasi, batu Singapura ditemukan pada tahun 1819 oleh pekerja yang sedang membersihkan di sisi Tenggara, Sungai Singapura. Saat itu, batu yang berukuran sedepa (1,7 meter) tersebut masih ditutupi sekitar 50 baris tulisan.
Kemudian, guna memperlancar pelebaran mulut sungai Singapura, pada tahun 1843 batu itu diledakkan meski aksi tersebut mendapat protes dari Letnan Kolonel James Low. Lantas, James Low mengumpulkan sisa-sisa batu itu dan mengirimnya ke Museum Royal Asiatic Society di Calcutta atau Museum India untuk mengurai tulisan yang terpahat dan belum juga terungkap.
Jika menilik dari usia dari batu tersebut, kemungkinan besar berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Sebab, kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia ini berdiri pada abad ke 13 hingga abad 16.
Diketahui, Majapahit mengembangkan pengaruhnya atas kepulauan Nusantara hingga Tumasik (sekarang Singapura) dan Semenanjung Melayu. Tumasik jatuh ke tangan Majapahit pada masa raja kedua, Sri Wikrama Wira yang berkuasa pada 1357-1362. @wara-e







