IndonesiaBuzz: Madiun, 5 Februari 2026 – Situasi di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Nambangan Kidul, Madiun, terpantau aman dan kondusif pada Kamis pagi, (5/1/26). Meski demikian, aparat keamanan melakukan pengamanan maksimal menyusul dinamika internal organisasi menjelang pelaksanaan PARLUH 2026 yang dipusatkan di padepokan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah titik di sekitar padepokan telah dipasangi pagar berduri dan dilakukan sterilisasi kawasan untuk membatasi akses keluar-masuk. Upaya ini bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Menurut informasi dari sumber terkait, pengamanan melibatkan sekitar 1.500 personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan instansi pendukung lain. Jumlah ini bersifat dinamis dan dapat ditambah sesuai perkembangan situasi. Selain itu, kendaraan taktis Baracuda milik Satuan Brigade Mobil Polda Jawa Timur tampak terparkir di pintu masuk padepokan sebagai bagian dari kesiapsiagaan.
Ketegangan di tubuh PSHT masih muncul akibat dualisme kepemimpinan antara kubu R. Moerdjoko dan M. Taufik. Kubu M. Taufik diketahui menolak keras pelaksanaan PARLUH 2026 yang digelar oleh kubu R. Moerdjoko, sehingga berpotensi memicu gesekan antarpendukung.
Sebagai langkah antisipasi, aparat juga melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan masuk Kota Madiun. Titik-titik penyekatan antara lain Jembatan Ngebrak Madigondo di Kabupaten Magetan, wilayah Sambirejo, kawasan Jiwan, serta beberapa titik di daerah selatan dan utara kota, termasuk Kebonsari, perempatan Te’an, dan Nglames. Hingga saat ini, laporan dari lapangan menyebutkan seluruh titik pengamanan tetap terkendali dan kondusif.
Dengan langkah pengamanan yang ketat, aparat menegaskan komitmennya menjaga kelancaran PARLUH 2026 sekaligus mencegah potensi gesekan antarpendukung di tengah dualisme kepemimpinan PSHT. (Kridho S/Koresponden Madiun)







