IndonesiaBuzz: Demak, 13 Juni 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan peralatan sekolah berupa tas dan alat tulis kepada siswa-siswi yang terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Bantuan ini diberikan sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Kepala Subbagian Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Roberto Agung Nugroho, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan atas instruksi langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
“Bantuan ini kami salurkan kepada siswa SMK Negeri 1 Sayung dan SMA Negeri 1 Sayung. Harapannya, bisa meningkatkan semangat belajar mereka yang saat ini tengah menghadapi kondisi sulit akibat rob,” ujar Roberto, Jumat (13/6), di Semarang.
Selain menyalurkan bantuan peralatan sekolah, tim dari Disdikbud Jateng juga meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak rob untuk mengidentifikasi kebutuhan dan solusi jangka pendek. Salah satu langkah konkret yang akan segera dilakukan adalah penyediaan meteran listrik khusus guna mengoperasikan pompa air yang sudah dimiliki sekolah.
“Kami melihat sekolah ini membutuhkan dukungan teknis. Maka kami akan memberikan meteran listrik khusus untuk operasional pompa air, agar tidak mengganggu pasokan listrik sekolah secara keseluruhan. Harapannya, persoalan rob ini bisa ditangani lebih baik,” tambah Roberto.
Para siswa menyambut baik perhatian dan bantuan dari Pemprov Jateng. Andini Anastasia, siswi SMKN 1 Sayung, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan dan kunjungan ini memberi semangat baru bagi para siswa.
“Bantuan tas dan alat tulis ini memberikan dorongan bagi kami untuk tetap semangat belajar di tengah kondisi sulit,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Diana Samkhah, siswi SMAN 1 Sayung. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai responsif dan berpihak pada siswa yang terdampak bencana.
“Kami merasa suara kami didengar. Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.







