IndonesiaBuzz: Jakarta, 22 Juni 2025 – Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Jakarta menyoroti rendahnya pemanfaatan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) oleh pelaku usaha logistik, meski tol ini menjadi jalur strategis penghubung kawasan industri dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
Ketua Umum DPW ALFI Jakarta Adil Karim menyebut JTCC sebagai bagian penting dari integrasi koridor logistik nasional. Namun, menurutnya, tarif tol yang tinggi menjadi kendala utama.
“Untuk jarak sekitar 34 kilometer, tarifnya bisa lebih dari Rp100 ribu. Ini memberatkan pengusaha dan sopir truk akhirnya lebih memilih jalur biasa,” kata Adil dalam keterangannya, Sabtu (21/6).
Ia mendorong pemerintah dan pengelola tol melakukan evaluasi agar tarif lebih bersahabat. “Kalau tarifnya masuk akal, tentu sopir lebih memilih jalur tol yang lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Dahrim, menyambut positif keberadaan JTCC yang menurutnya telah mempersingkat waktu tempuh dari Bekasi ke Jakarta secara signifikan, dari sebelumnya 1,5–2 jam menjadi sekitar 30 menit.
Senada dengan itu, Kepala Dusun Srimahi, Tambun Utara, Soleh, menyampaikan bahwa kehadiran tol telah menghidupkan kembali aktivitas di kampungnya. Namun, ia berharap ada pengembangan lanjutan serta penyesuaian tarif yang lebih terjangkau.
“Kami berharap ada subsidi atau penyesuaian tarif permanen dari pemerintah, khususnya untuk pengguna seperti sopir truk,” ujar Soleh.







