IndonesiaBuzz: Jakarta, 23 Januari 2026 – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan daya tarik pariwisata nasional terus menguat di mata wisatawan mancanegara (wisman), seiring dengan kinerja sektor pariwisata yang menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2025.
Widiyanti mengatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi pemasaran dan promosi pariwisata yang dijalankan pemerintah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan promosi yang kami jalankan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (23/1/26).
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (21/1), Widiyanti menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan juga menjadi faktor pengungkit utama kontribusi sektor pariwisata terhadap devisa nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 12,66 juta kunjungan.
Sekitar 72 persen dari total kunjungan wisman berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi fokus promosi Kementerian Pariwisata. Malaysia tercatat sebagai kontributor terbesar dengan porsi sekitar 17 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Widiyanti memproyeksikan, setelah tabulasi final BPS pada Februari 2026, jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 15,3 juta kunjungan. Proyeksi tersebut melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 yang ditetapkan sebesar 15 juta kunjungan.
“Selama tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat,” kata Widiyanti. Capaian ini dinilai berpotensi memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Dari sisi pergerakan wisatawan nusantara, sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat sebanyak 1,09 miliar perjalanan. Angka tersebut melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
“Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang sangat kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,” ujarnya.
Pada aspek ketenagakerjaan, sektor pariwisata sepanjang 2025 telah menyerap sebanyak 25,91 juta tenaga kerja. Widiyanti menegaskan penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama pembangunan pariwisata nasional.
“Kami meyakini bahwa sumber daya manusia adalah pusat dari pembangunan pariwisata. Karena itu, kami tidak hanya mendorong peningkatan kuantitas tenaga kerja, tetapi juga kualitas melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi,” katanya.
Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia juga mencatat sejumlah prestasi dengan meraih penghargaan nasional dan internasional. Salah satunya, Bali terpilih sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor.
Memasuki 2026, Kementerian Pariwisata berkomitmen melanjutkan dan memperkuat program-program unggulan, antara lain peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, penguatan pariwisata berkualitas, serta optimalisasi program Event by Indonesia. Selain itu, implementasi Tourism 5.0 akan difokuskan pada digitalisasi perizinan penyelenggaraan event.
Kementerian Pariwisata juga menargetkan fasilitasi pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi bagi 1.900 orang, serta pelatihan sumber daya pariwisata pada aspek soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan bagi 2.090 orang di 38 provinsi. Sementara itu, pendidikan vokasi melalui enam Politeknik Pariwisata ditargetkan menghasilkan 2.950 lulusan. @yudi







