IndonesiaBuzz: Solo, 5 September 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar meminta proses sinkronisasi data desil antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) segera dituntaskan.
Muhaimin menilai pembaruan data harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Ia meminta Kemensos dan BPS bergerak lebih agresif dalam memperbarui serta menyelaraskan data masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi terkini.
“Secepatnya, secepatnya. Kemensos akan bergerak cepat dan BPS bergerak,” kata Muhaimin di Solo, Jumat malam (4/9/26).
Menurut Muhaimin, ketidaksinkronan data desil merupakan bagian dari dinamika proses pendataan. Karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah, data penerima bantuan juga harus terus diperbarui agar tetap relevan.
“Jadi begini, desil itu digunakan untuk agar bantuan itu tepat sasaran. Tentu dalam rangka tepat sasaran butuh upgrade, update, update terus-menerus,” ujarnya.
Ia menegaskan pembaruan data bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian penting dalam memastikan program bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi kalau ada dinamika hari ini, ini bagian dari proses pendataan yang tepat. Saya minta Kemensos dan BPS terus turun untuk mengatasi updating secara lebih agresif,” kata Muhaimin.
Sebelumnya, Kemensos membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan pemutakhiran data desil apabila informasi yang tercatat dinilai tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi mereka.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan masyarakat dapat melaporkan ketidaksesuaian data melalui sejumlah kanal yang telah disediakan pemerintah.
Masyarakat dapat mengajukan pemutakhiran melalui Command Center, WhatsApp Center, maupun aplikasi Cek Bansos. Selain itu, warga juga dapat mendatangi kantor kelurahan atau desa masing-masing untuk menyampaikan laporan.
“Bisa datang, bisa melakukan pemutakhiran sekali lagi ya lewat Command Center. Ada itu nomornya. Kemudian ada WA Center, ada aplikasi Cek Bansos, atau datang ke kelurahan dan desa masing-masing,” ujar Gus Ipul di Jakarta.
Untuk pemutakhiran di tingkat desa dan kelurahan, masyarakat dapat menyampaikan perubahan data kepada operator yang telah disiapkan pemerintah. Proses tersebut menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Upaya pembaruan tersebut diharapkan dapat memperbaiki akurasi data desil sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam penentuan penerima bantuan sosial.
Dengan sinkronisasi dan pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan dapat semakin tepat sasaran sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat. @yudi







