IndonesiaBuzz: Solo, 21 Juli 2025 – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi menggelar Kongres Nasional 2025, Sabtu (20/7/25) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Agenda berskala nasional ini menjadi ajang konsolidasi penting untuk memperkuat barisan kader sekaligus menyusun strategi pemenangan menjelang Pemilihan Umum 2029.
Kongres dibuka langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, didampingi Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni, serta dihadiri ratusan kader muda PSI dari berbagai daerah. Sejak pagi, suasana auditorium sudah dipenuhi antusiasme peserta yang datang dari seluruh Indonesia.
Dalam pidato pembukaannya, Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk tetap mengusung politik bersih, progresif, dan berpihak pada generasi muda. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi di tubuh partai agar semakin banyak anak muda terlibat dalam pengambilan keputusan politik.
“Kongres ini bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi momen merumuskan arah baru dengan semangat solidaritas, transparansi, dan keberpihakan pada rakyat,” kata Kaesang di hadapan para kader.
Pemilihan UMS sebagai lokasi kongres dinilai strategis. Menurut Ketua Panitia, sinergi dengan lingkungan akademik Muhammadiyah diharapkan memperkuat gerakan politik yang menjunjung etika, nilai keberagaman, dan integritas.
Kongres yang mengusung tema “Solidaritas untuk Perubahan” ini membahas fondasi program kerja PSI untuk lima tahun ke depan. Rangkaian acaranya meliputi sidang pleno, laporan pertanggungjawaban pengurus, peluncuran buku kebijakan partai, serta diskusi publik dengan narasumber lintas sektor.
Dalam forum-forum tersebut, peserta membahas isu strategis seperti ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, demokrasi, hingga partisipasi politik perempuan dan kelompok marjinal. Berbagai masukan dan rekomendasi pun diserap sebagai wujud komitmen PSI terhadap demokrasi partisipatoris.
Penutupan kongres ditandai penandatanganan komitmen politik oleh pengurus pusat dan daerah. Komitmen tersebut menekankan pentingnya menjaga integritas, akuntabilitas, dan penguatan kerja elektoral hingga ke tingkat akar rumput.
Kehadiran Kaesang Pangarep sebagai figur muda di pucuk pimpinan PSI disebut membawa nafas baru dalam peta politik nasional. Kaesang berulang kali menegaskan bahwa PSI akan tetap menjadi ruang aman bagi suara-suara yang belum terwakili di politik arus utama. (Zafran Al Robbani/Koresponden Sukoharjo)







