IndonesiaBuzz: Wonogiri, 7 Oktober 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan menyeluruh bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu bentuk nyata pembinaan tersebut terlihat melalui kegiatan pembagian baju dinas (DIS) dan mug kepada seluruh WBP, yang digelar di aula dalam Lapas pada Selasa (7/10/25) pagi.
Kegiatan berlangsung penuh antusiasme, dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Wonogiri, Siswarno, beserta jajaran petugas. Suasana tampak hangat dan tertib ketika para WBP satu per satu menerima perlengkapan yang telah disiapkan.
Dalam sambutannya, Kalapas Siswarno menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian perlengkapan, tetapi memiliki makna pembinaan karakter dan kedisiplinan.
“Pemberian baju dinas dan mug ini kami maknai sebagai simbol kedisiplinan dan kebersamaan. Kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kebanggaan di kalangan WBP, bahwa mereka adalah bagian dari lingkungan yang tertib, rapi, dan saling menghargai,” ujarnya.
Menurutnya, hal hal sederhana seperti seragam dan perlengkapan pribadi memiliki dampak psikologis yang besar terhadap semangat dan perilaku WBP dalam menjalani proses pembinaan di Lapas.
Salah satu warga binaan, berinisial WG, mengaku bersyukur atas perhatian pihak Lapas.
“Terima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas. Dengan baju dan mug baru ini, saya merasa lebih semangat untuk menjalani kegiatan harian. Rasanya seperti mendapat semangat baru,” tutur WG dengan senyum.
Pembagian perlengkapan ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Wonogiri dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kerapian, dan kebersamaan antarsesama warga binaan. Selain memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan Lapas, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa pembinaan tidak hanya melalui pelatihan atau kegiatan rohani, tetapi juga melalui pembiasaan dan penataan perilaku sehari hari.
Kalapas Siswarno menambahkan, Lapas Wonogiri terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, produktif, dan bermartabat.
“Kami ingin setiap kegiatan, sekecil apa pun, menjadi langkah menuju perubahan positif. Ini adalah bagian dari pembinaan yang menyentuh aspek kemanusiaan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Wonogiri berharap dapat menumbuhkan semangat baru bagi seluruh WBP agar semakin siap beradaptasi dan berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan disiplin yang terus dijaga, Lapas Wonogiri menegaskan komitmennya menjadi lembaga pembinaan yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga memanusiakan manusia. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







