IndonesiaBuzz: Madiun, 13 Oktober 2023 – Lapas Pemuda Madiun mengadakan Sholat Jumat berjamaah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang beragama Islam, bertempat di Masjid At Taubah, yang berada di dalam Lapas, Jumat (13/10/2023) siang.
Kepala Seksi bagian Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Rahmat Tri Raharjo menegaskan akan pentingnya beribadah sesuai kepercayaan yang diyakini dan ibadah merupakan hal wajib yang tidak boleh diabaikan.
“Kami selalu ingatkan ke warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai perintah agama yang dianut dan itu tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Ia pun menambahkan bahwa kegiatan keagamaan ini, merupakan bagian dari pembinaan yang harus dilalui narapidana, agar membangun sikap religius dengan Tuhan sehingga kembali pada jalan yang benar.
“Kita sadar setiap insan tidak luput dari kesalahan, tetapi meninggalkan kebiasaan lama dan hidup sesuai dengan perintah agama adalah jalan terbaik. Salah satunya adalah menunaikan ibadah shalat jumat,” tambahnya.
Dalam Sholat Jumat kali ini, Lapas Pemuda Madiun kedatangan seorang khatib khutbah sholat Jumat dari Kemenag Kota Madiun yakni Ustad Ustaqim.
Pada khutbahnya, Ustad Ustaqim juga mengajak kepada WBP untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT untuk selalu Istiqomah agar kehidupan di dunia ini tidak sia-sia.
Ustaqim juga mengungkapakan bahwa dirinya merasa senang, bisa dipercaya oleh pihak Lapas Pemuda Madiun untuk saling mengingatkan kepada sesama umat Muslim.
Sementara itu, Kalapas Pemuda Madiun kelas IIA, Ardian Nova Christiawan mengungkapkan bahwa semua kegiatan di Masjid At Taubah Lapas Pemuda Madiun berjalan dengan baik, termasuk Sholat Jumat.
“Alhamdulillah, meskipun segala kegiatan dilaksanakan secara mandiri, namun segala kegiatan di Masjid At Taubah Lapas Pemuda Madiun masih dapat berjalan dengan baik. Salah satunya Shalat Jumat,” terangnya.
Orang nomor satu di Lapas Pemuda Madiun tersebut berharap untuk para WBP, dapat menjadi individu-individu yang memiliki potensi menjadi pemuka agama, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam kegiatan keagamaan di lapas hingga nanti saat kembali ke masyarakat.
“Kami berharap muncul bibit-bibit yang berpotensi dari para WBP baik sebagai imam, khatib, bilal, ustadz mengaji bahkan sampai mampu menjadi penceramah,” harapnya







