IndonesiaBuzz: Surakarta, 1 September 2025 – Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar prosesi Jamasan Pusaka Nyai Setomi di Bangsal Witono, Sitinggil Lor, Senin (1/9/25) pagi. Prosesi sakral ini merupakan bagian dari rangkaian Hajad Dalem Garebeg Mulud atau Sekaten, yang digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Utusan Dalem Kraton Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Parno Adiningrat, menyampaikan bahwa prosesi jamasan tahun ini bertepatan dengan penanggalan Jawa Jimawal 1957. Rangkaian acara diikuti sekitar 40–50 abdi dalem, di antaranya kelompok Semut Ireng, Bon Darat, serta abdi dalem putri dari Dalem Ageng.
Menurut KP Parno Adiningrat, jamasan bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan ritual yang sarat makna.
“Jamasan Nyai Setomi bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga memiliki makna tentang memahami nilai-nilai budaya dan spiritual yang telah diwariskan turun-temurun,” ujarnya.
Nyai Setomi sendiri merupakan meriam pusaka peninggalan Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang berpasangan dengan Kanjeng Kyai Setomo atau dikenal pula dengan nama Si Jagur, kini disimpan di Museum Fatahillah Jakarta. Keduanya memiliki nilai historis tinggi karena pernah digunakan Sultan Agung dalam penyerangan terhadap VOC di Batavia.
Prosesi jamasan diawali dengan wilujengan serta penyajian sesaji berupa hasil bumi dan tumpeng, dilanjutkan dengan pembersihan Krobongan Bale Manguneng, tempat penyimpanan pusaka. Setelah seluruh rangkaian usai, meriam Nyai Setomi kembali disemayamkan, dan pintu krobongan dikunci sebagai tanda berakhirnya prosesi. (Red)







