IndonesiaBuzz: Jakarta, 27 Desember 2025 – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan larangan operasional kendaraan sumbu tiga melintasi jalan tol selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan guna menjaga keselamatan, kelancaran arus lalu lintas, serta mendukung mobilitas masyarakat selama momentum libur akhir tahun.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sesuai arahan Menteri Perhubungan.
“Dalam analisa dan evaluasi bersama, sesuai arahan Menteri Perhubungan dan hasil kesepakatan SKB, kendaraan sumbu tiga dilarang melintasi jalan tol. Untuk jalur arteri juga sudah diatur waktunya, yaitu mulai pukul 17.00 hingga pagi hari,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu (27/12/25).
Ia mengimbau para pengusaha angkutan barang serta pengemudi kendaraan sumbu tiga untuk mematuhi aturan tersebut demi kepentingan bersama. Korlantas Polri, kata Agus, tidak akan ragu melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
“Kami akan melakukan tindakan tegas, termasuk penilangan, karena yang diprioritaskan adalah kegiatan kemanusiaan, keselamatan, serta kelancaran perjalanan masyarakat yang sedang melaksanakan Natal, Tahun Baru, dan liburan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa hasil evaluasi sementara Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) menunjukkan tren positif, khususnya pada aspek keselamatan lalu lintas. Salah satu indikatornya adalah penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
“Korban kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas meninggal dunia turun sebesar 23,23 persen,” ungkapnya.
Menurut Agus, capaian tersebut menjadi modal penting bagi jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan hingga berakhirnya Operasi Nataru.
Untuk menghadapi puncak arus balik, Korlantas Polri juga telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan, baik di ruas jalan tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, maupun kawasan wisata.
“Strategi pengamanan arus balik sudah disiapkan agar perjalanan masyarakat tetap aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya. (Red)







