IndonesiaBuzz: Solo, 13 Juli 2025 – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dan istrinya, Iriana, diketahui belum memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Alhasil, keduanya tidak memiliki hak pilih dalam Kongres Nasional I PSI yang digelar di Solo pada Sabtu-Minggu, 19–20 Juli 2025.
Padahal, Jokowi selama ini menjadi figur sentral dalam identitas politik PSI. Foto dan namanya kerap tampil dalam baliho maupun materi sosialisasi partai tersebut. Bahkan, tagline “PSI Partainya Jokowi” sering dijumpai di berbagai kanal promosi partai.
Ketua DPD PSI Solo, Tri Mardiyanto, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini Jokowi belum tercatat sebagai anggota resmi PSI.
“Saat ini [Jokowi] tidak punya hak pilih karena belum jadi anggota. Belum masuk sistem, setahu kami,” ujar Tri, Rabu (9/7/2025).
Tri menambahkan bahwa sejauh ini belum ada pernyataan resmi mengenai status keanggotaan Jokowi di PSI. “Belum ber-KTA, sehingga belum punya hak pilih di Kongres,” tegasnya.
Kongres Nasional I PSI sendiri akan berlangsung selama dua hari di dua lokasi berbeda. Pada Sabtu (19/7/2025), acara digelar di Graha Saba Buana dengan kehadiran sekitar 2.500 pengurus dari seluruh Indonesia. Kemudian pada Minggu (20/7/2025), acara puncak berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan akan dihadiri sekitar 20.000 anggota dan pengurus partai.
Tri menyebutkan bahwa Presiden RI terpilih 2024, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir pada acara Minggu tersebut, bersama pimpinan partai politik lainnya. Dalam agenda itu, Ketua Umum PSI terpilih akan menyampaikan pidato perdananya.
“Tanggal 20 Juli 2025 insya Allah akan dihadiri Pak Presiden. Itu nanti ada pidato pertama Ketum terpilih PSI dan nanti ada kejutan dari situ. Ditunggu saja hari H-nya,” ungkap Tri.
Sementara itu, proses pemilihan Ketua Umum PSI dilakukan melalui sistem e-vote pada 12–18 Juli 2025. Namun, jumlah pemilih yang mengikuti e-vote tidak diketahui pasti oleh pihak DPD.
“Saya dari DPD Solo tidak bisa akses. Yang bisa akses dari DPP. Kalau Solo sendiri kami sekitar 7.000 orang, karena dari anggota yang terverifikasi ya sekitar itu,” jelas Tri.







