IndonesiaBuzz: Lembang – Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu masih menjadi sorotan para pengamat geologi. Meski pemantauan terbaru menunjukkan bahwa titik panas di Kawah Ratu dan Kawah Ecoma tidak mengalami perluasan, potensi terjadinya erupsi freatik tetap harus diwaspadai.
Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 5–7 Juni 2025, kondisi panas di dua kawah utama Tangkuban Parahu masih tergolong stabil. Pengamatan dilakukan menggunakan drone termal Mavic Pro 3T, yang memberikan hasil akurat tanpa menunjukkan adanya perluasan area panas.
Asap Tipis, Tapi Tremor Terus Terjadi
Secara visual, Kawah Ratu dan Ecoma memperlihatkan aktivitas hembusan asap putih tipis hingga sedang dengan ketinggian antara 5 hingga 150 meter. Meskipun tampak tenang di permukaan, data seismik mencatat adanya tremor menerus dengan amplitudo antara 0,5 hingga 1,5 mm.
Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa kondisi ini perlu tetap dipantau dengan serius.
“Masih terekam tremor menerus yang menjadi indikasi adanya dinamika tekanan dari sistem hidrotermal dangkal,” jelasnya.
Selain itu, penampakan bule-lumpur dan endapan hitam yang muncul di Kawah Ratu sejak 5 Juni malam juga menjadi perhatian. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan peningkatan aktivitas seismik.
Titik Gas Masih dalam Batas Normal
Analisis gas dari stasiun Multi-GAS permanen dan portable menunjukkan bahwa komposisi gas vulkanik—seperti rasio CO₂ terhadap SO₂ dan H₂S—masih dalam batas wajar. Hal ini menandakan tidak ada aktivitas magma segar yang naik ke permukaan dalam waktu dekat.
Namun demikian, pola inflasi tubuh gunung yang terpantau melalui pengukuran deformasi permukaan mengindikasikan adanya tekanan dari kedalaman dangkal.
“Inflasi menunjukkan bahwa ada akumulasi tekanan di tubuh gunung bagian dangkal, kemungkinan besar berasal dari tekanan uap atau gas hidrotermal,” kata Hendra.
Status Tetap Normal, Tapi Risiko Erupsi Freatik Ada
Berdasarkan data keseluruhan—termasuk seismik, visual, termal, dan gas—Gunung Tangkuban Parahu saat ini masih berada pada Status Level I (Normal). Namun demikian, potensi terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba tetap terbuka.
PVMBG mengingatkan bahwa erupsi freatik bisa terjadi tanpa adanya tanda-tanda awal yang jelas, karena dipicu oleh tekanan uap air yang terperangkap di bawah permukaan tanah.
Imbauan untuk Pengunjung dan Warga Sekitar
Dengan situasi yang ada, PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk:
- Tidak mendekati area kawah aktif, terutama Kawah Ratu dan Kawah Ecoma.
- Menghindari aktivitas di dasar kawah.
- Segera menjauh jika mencium bau gas menyengat atau melihat hembusan asap kuat.
Pihak berwenang juga mendorong adanya koordinasi yang erat antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan keselamatan pengunjung.







