IndonesiaBuzz: Semarang, 16 Maret 2026 – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia di Jawa Tengah pada Senin (16/3/26) sore. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dengan para ulama, tokoh lintas agama, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat.
Acara yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu dihadiri langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Turut mendampingi Kapolri, Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo beserta jajaran Polda Jawa Tengah.
Selain jajaran kepolisian, kegiatan juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa, organisasi buruh, hingga komunitas pengemudi ojek daring yang memadati lokasi kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan tausiah yang disampaikan ulama kharismatik Achmad Chalwani, pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan di Purworejo. Dalam tausiah tersebut ia menekankan bahwa keimanan dan keamanan masyarakat merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling menguatkan.
Menurutnya, kondisi keamanan yang terjaga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama dengan tenang. Sebaliknya, aparat yang memiliki landasan keimanan yang kuat akan mampu menjalankan tugas menjaga keamanan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana akrab antara jajaran Polri dan para tokoh masyarakat. Momen tersebut menjadi ruang dialog yang memperkuat komunikasi serta kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolri menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat.
“Safari Ramadan ini merupakan wujud upaya mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah terjalin dengan baik,” ujar Listyo Sigit.
Ia juga menyoroti dinamika global yang saat ini turut berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat, baik sosial maupun ekonomi. Karena itu, menurutnya diperlukan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Kapolri menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan stabilitas kebutuhan masyarakat, termasuk menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Kami pastikan kebutuhan pokok masyarakat seperti minyak masih tercukupi. Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga,” katanya.
Di akhir kegiatan, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, sinergi dan solidaritas nasional menjadi kunci untuk menghadapi dinamika global sekaligus mewujudkan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. @yudi







