IndonesiaBuzz: Kuliner – Dikenal sebagai kota penghasil susu, Boyolali kini juga menunjukkan taringnya sebagai penghasil kopi berkualitas. Salah satu tokoh penggeraknya adalah Panji Setyawan (40), pemilik Japri Kopi, yang mengusung kopi arabika asli dari lereng Gunung Merapi dan Merbabu.
Kedai Japri Kopi berlokasi di Desa Jerakah, Kecamatan Selo, Boyolali. Selain berjualan di kedai, Panji juga membuka lapak kaki lima setiap Sabtu dan Minggu di kawasan simpang PB VI, Pasar Selo.
“Kami menyajikan kopi arabika dari petani lokal dengan metode manual brew seperti V60 dan tubruk espresso. Harganya terjangkau, mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” ujar Panji, Minggu (6/7/2025).
Menurut Panji, menu andalan di Japri Kopi antara lain espresso arabika, kopi susu gula aren, caffe latte, serta minuman unik seperti teh goreng dan kombucha fermentasi kulit kopi.

Panji Setyawan saat sajikan minuman kombucha kulit kopi
“Kombucha ini satu-satunya di dunia yang menggunakan bahan dasar kulit kopi. Kami fermentasi menggunakan teknik SCOBY kombucha, dan ini menjadi produk unggulan kami,” jelas Panji.
Pria asal Magetan itu mulai menetap di Selo sejak 2008. Awalnya, ia bergerak di bidang pertanian sayur organik, namun pada 2012 mulai fokus pada pengolahan lokal untuk varietas kopi dan teh khas daerah.
Seiring waktu, bisnisnya mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker), Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disporapar), hingga Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (APMIKIMMDO).
Panji berharap, usahanya tidak hanya membawa perubahan ekonomi untuk keluarganya, tetapi juga dapat menjaga keaslian dan kekayaan varietas lokal dari Boyolali.
“Saya ingin kopi dari lereng Merapi dan Merbabu tetap dikenal sebagai warisan lokal, bukan diklaim oleh daerah lain,” pungkasnya.



