IndonesiaBuzz: Gaza, 22 November 2023 – Setelah lebih dari sebulan berperang, Israel dan Hamas akhirnya mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran selama empat hari. Kesepakatan ini juga meliputi pembebasan 50 sandera Israel yang ditahan di Gaza, dan 150 tahanan Palestina yang dipenjara di Israel. Selain itu, bantuan keamanan juga akan dikirim ke Gaza yang hancur akibat pengeboman Israel.
Menurut media Israel, pembebasan sandera pertama akan dilakukan pada Kamis (23/11/2023). Namun, kesepakatan ini masih harus menunggu persetujuan Mahkamah Agung Israel, karena ada warga Israel yang menggugat pembebasan tahanan Palestina.
Di antara tahanan Palestina yang akan dibebaskan, ada 85 wanita dan 350 anak di bawah umur, yang sebagian besar ditahan tanpa alasan atau karena melempar batu ke tentara Israel. Hal ini disampaikan oleh Qadura Fares, Ketua Komisi Urusan Tahanan Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah.
Perang antara Israel dan Hamas telah menewaskan 13.300 warga sipil Palestina dan mengungsikan dua pertiga dari 2,3 juta penduduk Gaza. Pengeboman Israel juga telah merusak sebagian besar infrastruktur dan bangunan di Gaza.
Meski ada gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersikeras bahwa tujuannya adalah menghancurkan Hamas dan memastikan tidak ada ancaman dari Gaza.
“Kami sedang berperang dan kami akan melanjutkan perang sampai kami mencapai semua tujuan kami. Untuk menghancurkan Hamas, kembalikan semua sandera kami dan pastikan tidak ada entitas di Gaza yang dapat mengancam Israel,” katanya.
Hamas merespons dan mengatakan siap untuk melawan Israel jika perlu.
“Saat kami mengumumkan gencatan senjata, kami menegaskan bahwa kami tetap siap untuk mengambil tindakan, dan pejuang kami akan tetap waspada untuk membela rakyat kami dan mengalahkan pendudukan,” demikian pernyataan mereka.
Sebelumnya, Hamas telah membebaskan empat sandera, yaitu dua warga AS dan dua warga Israel, dengan alasan kemanusiaan. Hamas juga menyatakan ada sandera yang tewas dalam pengeboman Israel.
Pasukan Israel juga mengklaim telah membebaskan seorang tentara wanita yang ditahan Hamas di Gaza.
Dari 200-an lebih sandera yang dibawa Hamas ke Gaza, ada sekitar 100 sandera yang memiliki kewarganegaraan asing atau ganda. Mereka berasal dari 40 negara, termasuk Amerika Serikat, Thailand, Inggris, Prancis, Argentina, Jerman, Chile, Spanyol, dan Portugal. @fajar-s







