IndonesiaBuzz: Madiun, 10 Oktober 2024 – Calon Wali Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, dengan tegas membantah tuduhan bahwa ia dan pasangannya, Aldi Dwi Prastianto (DADI), merupakan “calon boneka” atau pemecah suara dalam Pilkada Kota Madiun 2024. Isu ini mencuat di tengah persiapan kontestasi politik di Kota Pendekar tersebut.
“Kalau ada yang menganggap bahwa kami adalah paslon boneka atau pemecah suara, itu tidak benar. Kami maju dengan niat yang teguh, semangat yang membara untuk memenangkan kontestasi ini, bukan untuk menambah atau mengurangi suara paslon lain,” tegas Inda Raya.
Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai komunitas pasar, termasuk Paguyuban Pasar Kotak dan Paguyuban Pasar Burung Srijaya, Inda juga meminta maaf kepada masyarakat atas sejumlah janji yang belum terealisasi selama masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Madiun lima tahun lalu.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan kewenangan sebagai wakil wali kota menjadi salah satu alasan utama janji-janji tersebut belum terwujud.
“Dalam pribadi, saya sangat-sangat mohon maaf ketika mungkin lima tahun yang lalu belum bisa memberikan hal-hal yang diidam-idamkan atau sesuai dengan janji-janji yang kami sampaikan saat itu,” ujar Inda Raya.
Menurut Inda, kendala yang dihadapi saat itu adalah keterbatasan kewenangan sebagai wakil wali kota yang tidak memiliki otoritas penuh dalam pengambilan keputusan.
Ia menegaskan bahwa ke depan, ia akan berupaya maksimal untuk merealisasikan janji-janji tersebut jika diberi amanah menjadi wali kota.
Inda juga menyampaikan, langkah maju dalam Pilkada Madiun 2024 ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk keputusan Mahkamah Konstitusi yang memungkinkan partai dengan lebih dari 10% suara maju tanpa koalisi.
Selain membantah tuduhan sebagai paslon boneka, Inda Raya dan Mas Aldi juga memaparkan program-program unggulan mereka, termasuk pemberian insentif untuk RT/RW, SPP gratis untuk sekolah swasta, serta pinjaman modal usaha tanpa jaminan. Semua program dirancang berdasarkan aspirasi masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.
“Kami percaya bahwa apapun yang harus dilakukan di Kota Madiun ini harus berasal dari bawah, dari apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Dengan penegasan sikap dan program-program yang jelas, Inda berharap bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat Madiun dan membawa perubahan nyata bagi kota ini. @narulata







