IndonesiaBuzz: Wonogiri, 31 Mei 2026 – Ratusan umat Hindu dari berbagai wilayah di Solo Raya hingga Bali memadati kawasan Pura Puncak Jagat Spiritual di Dusun Mudal, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Minggu (31/5/26), untuk mengikuti peringatan Hari Piodalan atau hari jadi pura yang menjadi salah satu agenda keagamaan penting umat Hindu di kawasan selatan Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut tidak hanya menjadi momentum perayaan hari suci keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai spiritual, mempererat persaudaraan antarumat Hindu, sekaligus menjaga kelestarian tradisi budaya dan keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.
Perayaan Hari Piodalan tahun ini dipimpin oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Wonogiri, I Gusti Bagus Garantika, S.Pd., dan dihadiri sekitar 150 umat Hindu dari berbagai daerah di Solo Raya serta perwakilan umat Hindu dari Bali.
Sejumlah tokoh agama dan pengurus organisasi keagamaan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya pengurus PHDI Kabupaten Wonogiri dan rombongan Parisada Hindu Bali yang dipimpin I Nyoman Sudiarta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan ubo rampe persembahyangan dan penataan sesajen sebagai bagian dari ritual sakral umat Hindu. Selanjutnya, umat melaksanakan persembahyangan bersama yang berlangsung khidmat, diiringi persembahan tari tradisional yang menjadi bagian dari ekspresi budaya religius Hindu. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan doa penutup dan ramah tamah antarumat.
Ketua PHDI Kabupaten Wonogiri, I Gusti Bagus Garantika, menjelaskan bahwa Hari Piodalan memiliki makna mendalam bagi umat Hindu sebagai bentuk penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus ungkapan syukur atas keberadaan pura sebagai pusat kegiatan spiritual umat.
“Hari Piodalan bukan sekadar peringatan hari jadi pura, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan spiritual umat dengan Tuhan serta mempererat kebersamaan dan persaudaraan di antara sesama umat Hindu,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Pura Puncak Jagat Spiritual selama ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Hindu Wonogiri, tetapi juga menjadi titik pertemuan umat Hindu dari berbagai daerah yang memiliki kesamaan semangat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.
Sementara itu, Polres Wonogiri turut melakukan pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Pracimantoro di bawah pengawasan langsung Kapolsek Pracimantoro AKP Bunal Eko Trilaksono.
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyatakan bahwa pihak kepolisian mendukung seluruh kegiatan keagamaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
“Kegiatan keagamaan seperti Hari Piodalan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri. Polres Wonogiri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata AKP Anom Prabowo.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia serta seluruh peserta yang telah menjaga suasana tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
Keberhasilan penyelenggaraan Hari Piodalan tahun ini menunjukkan kuatnya semangat toleransi dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Wonogiri. Tidak hanya menjadi ruang ibadah, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan mampu menjadi perekat sosial yang memperkuat hubungan antarkomunitas.
Panitia bahkan memperkirakan jumlah peserta pada peringatan Hari Piodalan tahun mendatang akan meningkat signifikan. Selain umat Hindu dari Solo Raya dan Bali, undangan direncanakan akan diperluas hingga menjangkau komunitas umat Hindu dari Jakarta dan Bandung.
Dengan semakin luasnya partisipasi umat, Pura Puncak Jagat Spiritual Wonogiri diproyeksikan menjadi salah satu pusat kegiatan spiritual Hindu yang semakin dikenal di tingkat regional, sekaligus memperkuat posisi Wonogiri sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







