IndonesiaBuzz: Jakarta, 25 April 2024 – Gibran Rakabuming Raka, yang baru saja ditetapkan sebagai Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengungkapkan komitmennya untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Janji ini disampaikannya saat berkunjung ke Rumah Susun (Rusun) Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan pasca-penunjukan.
Dalam pidatonya, Gibran menyatakan, “Mungkin sekarang ada ibu-ibu udah punya KIS, sudah punya KIP, atau mungkin yang ada yang belum dapat. Ya, nanti kami evaluasi lagi programnya biar lebih tepat sasaran.” Ia menegaskan bahwa ke depannya, program KIS dan KIP harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Gibran menyoroti pentingnya evaluasi terhadap KIS dan KIP sebagai upaya konkret dalam mengatasi masalah stunting dan mencegah putus sekolah di kalangan anak-anak Indonesia. “Pokoknya kami pengin ngawal adik-adik kita. Jangan lagi ada yang stunting. Jangan ada lagi yang kurang gizi. Kami pengin juga memperhatikan pendidikannya,” tambahnya.
Pengentasan stunting menjadi fokus utama Gibran dalam menyambut Puncak Bonus Demografi yang diprediksi akan terjadi sekitar tahun 2030-an. Bonus Puncak Demografi adalah fase di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia akan lebih besar dibandingkan usia non-produktif 65 tahun ke atas. Gibran menyatakan kesiapannya untuk mempersiapkan generasi unggul Indonesia agar dapat bersaing di masa bonus demografi tersebut melalui upaya pemberantasan stunting dan peningkatan akses pendidikan.
“Ini kita beruntung Indonesia dapat bonus demografi ini loh. Banyak anak-anak seperti ini. Nanti 10 – 20 tahun lagi jadi penerus ada di usia produktif,” tutup Gibran, menegaskan urgensi upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi bagi kemajuan bangsa Indonesia. @cinde







