IndonesiaBuzz: Wonogiri, 12 September 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dengan menggandeng Gajah Mungkur Golf Club (GMGC) menyalurkan bantuan pembangunan empat unit sumur bor senilai total Rp120 juta kepada kelompok tani di empat kecamatan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam acara penyerahan bantuan sosial di Ruang Khayangan, Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (11/9/26).
Empat unit sumur bor masing-masing dialokasikan untuk kelompok tani di Kecamatan Baturetno, Girimarto, Eromoko, dan Wuryantoro. Setiap unit sumur bor mendapat dukungan senilai Rp30 juta.
Bupati Setyo Sukarno mengapresiasi kontribusi Charity GMGC yang dinilai menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan petani, khususnya dalam menghadapi persoalan ketersediaan air untuk pertanian.
“Pertanian adalah urat nadi perekonomian kita. Sektor ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tempat bergantungnya mata pencaharian sebagian besar warga perdesaan sekaligus penyangga utama ketahanan pangan nasional. Kehadiran sumur bor ini akan berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas hasil panen petani kita,” kata Setyo.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat pembangunan pertanian sekaligus menjaga produktivitas lahan, terutama ketika petani menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau.
Setyo mengatakan bantuan sumur bor dari GMGC sejalan dengan program strategis Pemkab Wonogiri dalam memperluas akses air bagi lahan pertanian.
Pemkab Wonogiri saat ini tengah menjalankan program pembangunan Seribu Sumur Bor sebagai upaya memastikan ketersediaan air yang lebih stabil bagi petani, khususnya di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Hingga saat ini, sebanyak 200 unit sumur bor telah beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Wonogiri.
Setyo berharap keterlibatan berbagai pihak dalam penyediaan sarana irigasi dapat terus diperkuat. Menurut dia, pembangunan sektor pertanian tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Tersedianya sarana irigasi yang baik adalah harapan baru bagi petani kita agar bisa memanen padi dengan tenang tanpa dihantui rasa cemas akan kekeringan. Mari kita selalu bahu-membahu membangun Wonogiri yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, demi mewujudkan swasembada pangan yang abadi,” ujarnya.
Pemkab Wonogiri berharap dukungan sarana pengairan tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan aktivitas bercocok tanam.
Sinergi dengan GMGC menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan dan memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat Wonogiri. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







