IndonesiaBUzz: Solo, 26 Januari 2024 – Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, memberikan respons terhadap isu viral di media sosial terkait ijazah S1 miliknya. Gibran menyatakan keterkejutan atas narasi yang menyebutkan bahwa nilai ijazahnya setara dengan IPK 2,3.
Dalam cuitan di media sosial X, disebutkan bahwa Gibran lulus S1 dengan nilai lower second class honours dari University of Bradford, Singapura, yang dianggap setara dengan IPK 2,3 di Indonesia. Gibran menanggapi hal tersebut dengan heran dan mempertanyakan narasi IPK 2,3 tersebut.
Namun, Gibran menyatakan belum mengetahui cuitan tersebut dan mempertanyakan apakah orang yang membuat cuitan tersebut memiliki akses terhadap nilai-nilainya. “2,3 itu menurut siapa? Enggak tahu saya (soal viral ijazah di media sosial). Apa dia tahu nilai-nilainya?” ujar Gibran dikutip detikcom.
Meskipun merasa heran, Gibran tidak melanjutkan komentarnya dan menerima segala masukan. “Masa sih? Ya, ndak apa-apa lah. Terima kasih masukan-masukannya,” tambahnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengonfirmasi bahwa Gibran memperoleh gelar Bachelor of Science dari University of Bradford, Singapura. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek Nizam menyebut ijazah Gibran sudah disetarakan dengan gelar sarjana.
“Ijazah LN [Luar Negeri] mas Gibran setahu saya sudah diterbitkan oleh Kemenristekdikti,” kata Nizam kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/1). Nizam juga membenarkan bahwa ijazah dari University of Bradford dan Kemendikbudristek yang ditunjukkan Gibran di Balai Kota Solo adalah benar.
Ijazah dari University of Bradford, Singapura, menyatakan bahwa Gibran Rakabuming Raka lulus dengan predikat ‘second class honours second division’ di bidang Marketing. Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Semarang, Edi Subkhan, menjelaskan bahwa second class honours second division merupakan tingkatan nilai yang di Inggris setara dengan nilai C atau 50-59.
Gibran telah menunjukkan ijazahnya di Balai Kota Solo pada Senin (22/1) untuk membantah isu tentang kepalsuan ijazahnya. Dia menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak merugikannya dan dianggapnya sebagai hal yang lucu-lucuan saja.@cinde







