IndonesiaBuzz: Banda Aceh, 11 Februari 2026 – Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa keputusan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu 2029 merupakan keputusan mutlak partai yang telah ditetapkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra.
Keputusan tersebut, kata Muzani, diambil secara kolektif oleh seluruh kader dalam KLB yang digelar di Hambalang, Padepokan Garuda Yaksa, Bogor.
“Prabowo dua periode adalah keputusan Kongres Luar Biasa Partai yang diselenggarakan di Hambalang, dan itu menjadi kesepakatan seluruh kader,” ujar Muzani di Banda Aceh, Selasa (10/2/26).
Ia menuturkan, dalam forum KLB tersebut kader Partai Gerindra kembali meminta kesediaan Prabowo untuk maju pada periode kedua, dan Prabowo menyatakan kesiapannya.
“Pak Prabowo ketika menyatakan, ‘Insyaallah bersedia’. Maka semangat untuk menggelorakan presiden dua periode, Prabowo, adalah tanggung jawab dan kewajiban seluruh kader Partai Gerindra di mana pun berada,” tegas Muzani.
Meski demikian, Muzani menekankan bahwa KLB Gerindra belum membahas ataupun menetapkan sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo pada Pemilu 2029.
“Kongres tidak menyebutkan atau belum menyebutkan tentang pasangan calon wakil presiden. Kongres baru memutuskan calon presidennya,” ujarnya.
Terkait munculnya berbagai nama yang digadang-gadang sebagai calon pendamping Prabowo, Muzani menyatakan bahwa partainya masih mencermati dinamika politik nasional yang berkembang. Menurutnya, semua tokoh politik yang memenuhi syarat memiliki peluang yang sama.
“Semua orang, semua tokoh yang memenuhi syarat berpeluang untuk bisa mendampingi Pak Prabowo,” kata Muzani.
Ia menambahkan, penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dan kesepakatan partai-partai koalisi.
“Itu semua tergantung kepada partai koalisi yang akan mengusung pasangan Prabowo sebagai calon presiden,” ucapnya.
Muzani juga mengungkapkan bahwa sejumlah partai politik mulai melakukan penjajakan dan pendekatan untuk kembali mengusung Prabowo pada Pemilu 2029. Namun, sejauh ini dukungan tersebut masih berfokus pada figur calon presiden, belum mencakup paket calon wakil presiden.
“Beberapa partai sudah mulai melakukan penjajakan. Sepertinya baru presiden,” pungkasnya.
Dengan sikap tersebut, Partai Gerindra menegaskan soliditas internal sekaligus membuka ruang dinamika politik koalisi menjelang kontestasi nasional 2029. @yudi







