Indonesiabuzz.com: Bojonegoro, 1 Oktober 2025 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan kualitas air Bengawan Solo yang diduga sempat tercemar. Saat ini, DLH masih menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan akan keluar pada 8 Oktober 2025.
Baca https://indonesiabuzz.com/fenomena-air-bengawan-solo-menghitam-warga-bojonegoro-resah/
Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, menjelaskan bahwa pemantauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari aduan warga terkait dugaan pencemaran Bengawan Solo.
Sebagai langkah cepat, DLH Bojonegoro segera melakukan pengambilan sampel air permukaan pada titik Bendung Gerak Kalitidu. Ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Kemudian dilakukan pengujian laboratorium terakreditasi di Surabaya dengan estimasi keluarnya hasil uji 10-14 hari kerja atau perkiraan 8 Oktober keluar hasilnya,” ujarnya, Rabu (01/10/25).
Selain itu, DLH Bojonegoro juga memantau status mutu air Bengawan Solo melalui sistem Online Monitoring System (ONLIMO) pada stasiun KLHK59 Padangan Bojonegoro. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa status mutu air di wilayah Bojonegoro telah tercemar ringan hingga sedang.
“Secara visual air di Bengawan Solo telah terkondisi normal dan sudah tidak hitam. Namun setelah memantau status mutu air. Namun setelah memantau status mutu air melalui system ONLIMO, pada kondisi existing tanggal 27 September air Bengawan Solo cemar sedang,” jelasnya.
DLH Bojonegoro telah berkoordinasi dan melaporkan kepada DLH Provinsi Jawa Timur dengan tembusan BBWS Bengawan Solo, dan Balai Gakkum Kementerian LH di Surabaya. Hal ini sebagai upaya dalam identifikasi sumber pencemar dan penangulangannya.
Luluk juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencegahan. Sebagai kawasan hilir, Bojonegoro berkoordinasi dengan wilayah hulu yaitu DLH Kabupaten Ngawi terkait kondisi air Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Ngawi. Dan telah diperoleh informasi bahwa kondisi air masuk di wilayah Ngawi sudah tercemar.
“Bengawan Solo ini sumber kehidupan, sehingga Pemkab Bojonegoro terus memantau kondisi untuk memastikan kepada masyarakat air aman untuk konsumsi. Mengingat jika hulu bersih, maka hilir (Bojonegoro) juga bersih,” pungkasnya.(M Tohir/Koresponden Bojonegoro)







