IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 17 Februari 2026 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro (Dispusip) membidik penguatan kapasitas literasi bahasa internasional melalui penjajakan program English Corner. Inisiatif ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan masyarakat, khususnya generasi muda, mengakses referensi literasi berbahasa Inggris secara gratis dan berkualitas.
Langkah tersebut mengemuka pascakunjungan Konsulat Amerika Serikat bersama Peace Corps Indonesia pada Rabu (11/02/2026) pekan lalu. Kunjungan itu menjadi bagian dari komunikasi strategis dalam pengembangan fasilitas perpustakaan yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan global.
Kepala Dispusip Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menilai kunjungan tersebut sebagai momentum berharga untuk meningkatkan kualitas layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda). Pihaknya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas dalam penguatan literasi masyarakat, khususnya peningkatan kompetensi bahasa Inggris.
“Tujuan kunjungan itu adalah untuk melakukan penjajakan kerja sama pembuatan English Corner di Dinas Perpustakaan serta melakukan pemantauan terhadap kegiatan relawan atas nama Miss Lucy. Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang telah diberikan,” ujar Erick, Selasa (17/02/26).
Miss Lucy diketahui aktif sebagai pengajar sekaligus narasumber Bahasa Inggris dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Kehadirannya dinilai memberi warna baru dalam pendekatan pembelajaran bahasa yang lebih partisipatif dan kontekstual.
Erick menegaskan, English Corner tidak sekadar menghadirkan koleksi buku berbahasa Inggris, melainkan dirancang sebagai pusat kegiatan interaktif. Konsep yang tengah disiapkan mencakup diskusi bahasa, pengenalan budaya, hingga penyediaan akses informasi pendidikan luar negeri.
Menurutnya, penguasaan bahasa internasional menjadi instrumen penting bagi masyarakat Bojonegoro untuk berpartisipasi di level global, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial budaya. Dengan dukungan fasilitas tersebut, minat baca dan kemampuan komunikasi bahasa Inggris warga diharapkan meningkat secara signifikan.
Apresiasi terhadap inisiatif ini juga datang dari pegiat literasi Bojonegoro, Imron Nasir. Ia menilai penjajakan kerja sama tersebut tidak hanya memperkaya koleksi literatur, tetapi juga berpotensi menghadirkan program pengembangan kapasitas bagi pengelola perpustakaan.
“Perpustakaan bisa hidup, ada interaktif, bukan hanya tempat ngadem yang bikin ngantuk. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi perpustakaan daerah dari sekadar tempat peminjaman buku menjadi tempat belajar aktif,” ujarnya.
Dengan penjajakan ini, Dispusip Bojonegoro menegaskan komitmennya mendorong transformasi perpustakaan menjadi pusat pembelajaran inklusif yang responsif terhadap dinamika global. English Corner diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun ekosistem literasi yang kompetitif dan berdaya saing internasional. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro)







