IndonesiaBuzz: Ngawi 18 Februari 2025 – Dari total 12.979 jiwa pengangguran di kabupaten ini, mayoritas lulusan SMK dan perguruan tinggi. Jumlah itu hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Desember 2024.
Yoyok Eko Cahyono, statistisi ahli muda BPS Ngawi, menyebutkan lulusan SMK menyumbang 37,57 persen dari total pengangguran.
Sedangkan perguruan tinggi, meliputi D1 hingga S1, mencapai 29,48 persen. tamatan SD, SMP, dan SMA justru lebih rendah. Masing-masing 5,53 persen, 14,17 persen, dan 13,25 persen.
Banyak lulusan sarjana yang menunggu pekerjaan sesuai bidangnya,’’ ujarnya, Selasa (18/02/2025).
Menurut Yoyok, lulusan sarjana dari kondisi ekonomi stabil cenderung santai mencari kerja. Mereka juga memperhitungkan sedikitnya lapangan kerja untuk tamatan S1.
Beda dengan lulusan SD hingga SMA yang cenderung lebih cepat mendapatkan pekerjaan.
‘’Sehingga lulusan perguruan tinggi relatif menyumbang banyak angka pengangguran,’’ ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, mayoritas tenaga kerja di Ngawi terserap pada sektor pertanian.
Persentasenya 42,10 persen.Di bawahnya sektor jasa 37,98 persen dan manufaktur (19,92 persen).‘’Tapi ada tren pergeseran, sektor pertanian turun 5,44 persen dan manufaktur meningkat 5,01 persen,’’ ungkapnya.
Cahyono mengatakan, pergeseran tenaga kerja harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan. Bila minim pelatihan, lulusan SMK dan sarjana akan semakin sulit bersaing.
‘’Karena industri manufaktur membutuhkan keahlian teknis yang lebih spesifik,’’ pungkasnya.







