Friday, June 19, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Celoteh

Dididik untuk Taat, Bukan Bertanya Mengapa Sekolah Membentuk Kita Jadi Pasif?

by Jeje
June 15, 2025
Reading Time: 2 mins read
Dididik untuk Taat, Bukan Bertanya Mengapa Sekolah Membentuk Kita Jadi Pasif?

Ilustrasi di kelas saat mendengarkan ( Foto : Ilustrasi )

IndonesiaBuzz: Celoteh — Dalam sistem pendidikan yang telah berlangsung puluhan tahun, kita dibentuk untuk patuh, bukan kritis. Di kelas, siswa yang banyak bertanya sering dianggap mengganggu. Sementara mereka yang diam dan mengikuti instruksi tanpa protes justru dipuji sebagai “murid teladan”. Maka, jangan heran bila budaya diam begitu kuat mengakar di tengah masyarakat kita hari ini Sistem yang Mengutamakan Kepatuhan

Dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, pola pengajaran yang dominan masih bersifat satu arah. Guru berbicara, murid mendengarkan. Pertanyaan dianggap tantangan, bukan tanda keingintahuan. Ini menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak memberi ruang bagi eksplorasi gagasan atau kritik konstruktif.

Menurut pakar pendidikan Prof. Dini Arisanti, pendekatan ini sudah usang. “Pendidikan seharusnya menumbuhkan rasa ingin tahu, bukan mematikannya. Anak-anak yang banyak bertanya justru menunjukkan proses berpikir aktif,” jelasnyaDiam Bukan Emas, Tapi Warisan

Budaya diam tidak terbentuk dalam semalam. Ia diwariskan dari sistem kolonial yang menuntut kepatuhan mutlak. Sekolah, pada masa itu, dirancang untuk mencetak tenaga kerja patuh, bukan pemikir kritis. Sayangnya, pola ini masih terbawa hingga sekarang, hanya berganti bentuk yang lebih modern.

BeritaTerkait

Makan Gratis Jadi Petaka, Program Makan Sehat Malah Diet Keracunan

DPR Menjoget, Rakyat Turun ke Jalan

Di ruang kelas masa kini, siswa masih sering dipaksa menghafal, bukan memahami. Ujian masih mengukur kemampuan mengingat, bukan menalar. Akibatnya, lulusan sekolah kerap ragu menyuarakan pendapat, takut salah, atau lebih buruk lagi—tidak merasa perlu bertanyaDampak Sosial: Masyarakat yang Takut Bersuara

Tak heran jika dalam dunia kerja, politik, bahkan media sosial, banyak dari kita memilih diam saat melihat ketidakadilan. Kita dibentuk sedari kecil untuk tidak menggugat. Kita dilatih untuk menerima, bukan menantang. Dan ini berbahaya.

Budaya diam menciptakan ruang yang nyaman bagi penyalahgunaan kekuasaan. Ketika kritik dibungkam sejak dini, reformasi jadi mustahil. Perubahan besar selalu dimulai dari pertanyaan-pertanyaan kecil yang berani diajukanHarapan Baru: Sekolah Sebagai Ruang Diskusi

Meski tantangan masih besar, harapan tetap ada. Kini mulai bermunculan sekolah-sekolah alternatif yang mendorong diskusi terbuka dan berpikir kritis. Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan pemerintah pun membawa angin segar, meski implementasinya belum merata.

Kita butuh lebih banyak ruang belajar yang merayakan pertanyaan, bukan hanya jawaban. Sebab di balik setiap pertanyaan, ada peluang untuk tumbuh, memahami, dan menciptakan perubahan.

Tags: budaya diam di sekolahpendidikan tanpa berpikir kritisreformasi pendidikan nasionalsistem pendidikan Indonesiasiswa takut bertanya
Share221SendScan

Trending

Keluhan Minyak Goreng Bantuan Berbau Minyak Tanah di Kismantoro Ditindaklanjuti, Bulog dan Produsen Siap Ganti Seluruh Produk
News

Keluhan Minyak Goreng Bantuan Berbau Minyak Tanah di Kismantoro Ditindaklanjuti, Bulog dan Produsen Siap Ganti Seluruh Produk

2 hours ago
Polres Ngawi Raih Perak dan Perunggu di Kejuaraan Beladiri Polri Kapolda Jatim Cup 2026
Uncategorized

Polres Ngawi Raih Perak dan Perunggu di Kejuaraan Beladiri Polri Kapolda Jatim Cup 2026

2 hours ago
Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Dibuka, Dorong Batik Lokal Menembus Pasar Global
News

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Dibuka, Dorong Batik Lokal Menembus Pasar Global

2 hours ago
27283

Betonred Casino Login Review for UK Players

15 hours ago
Gambling

Profită la maximum la Goldiwin casino ghidul tău pentru integritate de neegalat

15 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Keluhan Minyak Goreng Bantuan Berbau Minyak Tanah di Kismantoro Ditindaklanjuti, Bulog dan Produsen Siap Ganti Seluruh Produk

Keluhan Minyak Goreng Bantuan Berbau Minyak Tanah di Kismantoro Ditindaklanjuti, Bulog dan Produsen Siap Ganti Seluruh Produk

June 19, 2026
Polres Ngawi Raih Perak dan Perunggu di Kejuaraan Beladiri Polri Kapolda Jatim Cup 2026

Polres Ngawi Raih Perak dan Perunggu di Kejuaraan Beladiri Polri Kapolda Jatim Cup 2026

June 19, 2026

TERPOPULER

Ribuan Warga Ngawi Semarakkan Tradisi Puter Gelang Sambut 1 Muharam 1448 Hijriah

Aliansi Ormas Madiun Raya Bersama Garda Prabowo Tegaskan Sikap di Tengah Dinamika Nasional

Persinga Takluk dari Persipani, Tetap Melaju ke Babak 16 Besar Liga 4 PSSI 2026

Persinga Ngawi Melaju ke 16 Besar, Dimas Galih Antar Laskar Ketonggo Tundukkan Porsiba 2-0

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In