Friday, October 23, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Celoteh

Dididik untuk Taat, Bukan Bertanya Mengapa Sekolah Membentuk Kita Jadi Pasif?

by Jeje
June 15, 2025
Reading Time: 2 mins read
Dididik untuk Taat, Bukan Bertanya Mengapa Sekolah Membentuk Kita Jadi Pasif?

Ilustrasi di kelas saat mendengarkan ( Foto : Ilustrasi )

IndonesiaBuzz: Celoteh — Dalam sistem pendidikan yang telah berlangsung puluhan tahun, kita dibentuk untuk patuh, bukan kritis. Di kelas, siswa yang banyak bertanya sering dianggap mengganggu. Sementara mereka yang diam dan mengikuti instruksi tanpa protes justru dipuji sebagai “murid teladan”. Maka, jangan heran bila budaya diam begitu kuat mengakar di tengah masyarakat kita hari ini Sistem yang Mengutamakan Kepatuhan

Dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, pola pengajaran yang dominan masih bersifat satu arah. Guru berbicara, murid mendengarkan. Pertanyaan dianggap tantangan, bukan tanda keingintahuan. Ini menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak memberi ruang bagi eksplorasi gagasan atau kritik konstruktif.

Menurut pakar pendidikan Prof. Dini Arisanti, pendekatan ini sudah usang. “Pendidikan seharusnya menumbuhkan rasa ingin tahu, bukan mematikannya. Anak-anak yang banyak bertanya justru menunjukkan proses berpikir aktif,” jelasnyaDiam Bukan Emas, Tapi Warisan

Budaya diam tidak terbentuk dalam semalam. Ia diwariskan dari sistem kolonial yang menuntut kepatuhan mutlak. Sekolah, pada masa itu, dirancang untuk mencetak tenaga kerja patuh, bukan pemikir kritis. Sayangnya, pola ini masih terbawa hingga sekarang, hanya berganti bentuk yang lebih modern.

BeritaTerkait

Makan Gratis Jadi Petaka, Program Makan Sehat Malah Diet Keracunan

DPR Menjoget, Rakyat Turun ke Jalan

Di ruang kelas masa kini, siswa masih sering dipaksa menghafal, bukan memahami. Ujian masih mengukur kemampuan mengingat, bukan menalar. Akibatnya, lulusan sekolah kerap ragu menyuarakan pendapat, takut salah, atau lebih buruk lagi—tidak merasa perlu bertanyaDampak Sosial: Masyarakat yang Takut Bersuara

Tak heran jika dalam dunia kerja, politik, bahkan media sosial, banyak dari kita memilih diam saat melihat ketidakadilan. Kita dibentuk sedari kecil untuk tidak menggugat. Kita dilatih untuk menerima, bukan menantang. Dan ini berbahaya.

Budaya diam menciptakan ruang yang nyaman bagi penyalahgunaan kekuasaan. Ketika kritik dibungkam sejak dini, reformasi jadi mustahil. Perubahan besar selalu dimulai dari pertanyaan-pertanyaan kecil yang berani diajukanHarapan Baru: Sekolah Sebagai Ruang Diskusi

Meski tantangan masih besar, harapan tetap ada. Kini mulai bermunculan sekolah-sekolah alternatif yang mendorong diskusi terbuka dan berpikir kritis. Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan pemerintah pun membawa angin segar, meski implementasinya belum merata.

Kita butuh lebih banyak ruang belajar yang merayakan pertanyaan, bukan hanya jawaban. Sebab di balik setiap pertanyaan, ada peluang untuk tumbuh, memahami, dan menciptakan perubahan.

Tags: budaya diam di sekolahpendidikan tanpa berpikir kritisreformasi pendidikan nasionalsistem pendidikan Indonesiasiswa takut bertanya
Share222SendScan

Trending

Kisruh Pagar Seng Kraton Solo, PB XIV Siapkan Langkah Hukum
Halo Indonesia

Kisruh Pagar Seng Kraton Solo, PB XIV Siapkan Langkah Hukum

15 hours ago
Auto Draft
News

Bupati Madiun Tekankan Peran Santri Hadapi Tantangan Indonesia Emas 2045

18 hours ago
Pemkab Madiun Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Digital
News

Pemkab Madiun Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Digital

18 hours ago
News

Comment Les Systèmes Automatisés Vérifient Les Données : Guide Complet 2026

1 day ago
Pemkab Wonogiri Gelar Lomba Karawitan Pelajar 2026, Perkuat Pelestarian Budaya Jawa
News

Pemkab Wonogiri Gelar Lomba Karawitan Pelajar 2026, Perkuat Pelestarian Budaya Jawa

1 day ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Kisruh Pagar Seng Kraton Solo, PB XIV Siapkan Langkah Hukum

Kisruh Pagar Seng Kraton Solo, PB XIV Siapkan Langkah Hukum

October 23, 2026
Auto Draft

Bupati Madiun Tekankan Peran Santri Hadapi Tantangan Indonesia Emas 2045

October 22, 2026

TERPOPULER

Gerindra Ngawi Pasang Target Menang Pilkada 2029, Bidik Kursi Bupati

Kurang dari 24 Jam, Polres Ngawi Ungkap Pencurian Loker Kasir Warung Seafood Mawardi

Bunga Eceng Gondok Mekar di Bengawan Solo Ngawi saat Kemarau

Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Persawahan Rejomulyo Madiun, Polisi Lakukan Pemeriksaan

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In