IndonesiaBuzz: Celoteh – Di sebuah trotoar yang tak pernah sepi langkah kaki dan deru kendaraan, sepasang muda mudi duduk bersisian di bangku besi yang dingin Bukan kafe kekinian bukan pula taman romantis. Berlampu temaram Hanya trotoar pasar Triwindu Solo dan sebuah sepeda tua yang setia bersandar di sebelah mereka.
Perempuan itu sibuk mengunyah camilan dari plastik kerut. Pria di sebelahnya tampak santai satu tangan memegang ponsel yang entah sedang memutar musik cinta, atau sedang mengetik lagi di mana pada seseorang yang lain, pacar lainnya mungkin?
Yang menarik bukan hanya karena mereka duduk berdekatan seperti tokoh FTV sore hari, tapi karena latar mereka begitu kontras seseorang sedang memperbaiki sepeda tuanya hanya beberapa langkah di belakang mereka dalam diam tanpa pasangan atau camilan.
Trotoar ini menyimpan banyak percakapan yang tidak terdengar antara dua orang yang memilih bersama. Bukan karena nyaman, bukan karena mewah, antara lapar yang ditambal dengan jajanan kaki lima dan hati yang diselimuti es puter di sepanjang trotoar pasar triwindu.
Di zaman yang semua orang buru buru pacaran demi sebuah konten, namun mereka ini seperti tidak hal nya dengan mereka yang mementingkan makan dari pada tidur disebuah bangunan kosong.
Ya, kadang cinta tak butuh tempat mewah, tempat sepi, tempat gelap. yang terpenting adalah perut keisi.







