IndonesiaBuzz: Kuliner – Selain panorama alamnya yang memukau, dataran tinggi Dieng juga memiliki kuliner khas yang tak kalah populer, yakni manisan carica. Buah yang dikenal sebagai pepaya gunung ini kini menjadi salah satu produk unggulan daerah, dengan permintaan terus meningkat hingga ke luar negeri.
Carica sejatinya bukan tanaman asli Indonesia. Buah ini dibawa oleh Belanda dari Amerika Latin, khususnya Brasil dan Chili, kemudian dibudidayakan di dataran tinggi Dieng. Iklim sejuk dan tanah subur menjadikan carica tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan cita rasa segar.
Selain nikmat dikonsumsi, carica juga memiliki kandungan gizi yang melimpah. Sejumlah vitamin, mulai dari A, B kompleks, C, hingga E, serta kalsium, membuat buah ini digemari sebagai pangan olahan.
Namun, pengolahan carica tidak bisa sembarangan. Buah harus melalui proses perebusan, pendinginan, hingga pengemasan secara higienis. Hampir semua bagian buah digunakan kecuali kulitnya. Produk carica yang dikemas dapat bertahan hingga enam bulan dalam kemasan plastik, bahkan dua tahun bila dikalengkan.
Produksi carica kini dilakukan secara massif oleh warga setempat. Selain menjadi buah tangan wisatawan, manisan carica juga menjadi penopang perekonomian masyarakat Dieng. Permintaan tinggi datang tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari pasar internasional. (@eko-m



