IndonesiaBuzz: Historia – Di lereng barat Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, terdapat Candi Kethek, situs bersejarah dan sakral yang memikat pengunjung karena keunikan arsitektur dan nilai religiusnya.
Candi ini berada pada ketinggian sekitar 1.486 meter di atas permukaan laut, berjarak sekitar 300 meter dari Candi Cetho. Dari pusat Kota Solo, jaraknya mencapai 43 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan kendaraan bermotor.
Nama “Kethek” diambil dari bahasa Jawa yang berarti “kera”, karena dulunya banyak kera berkeliaran di kawasan candi. Lokasi ini bahkan sempat dikenal sebagai “istana” bagi para kera. Saat ini, candi berada di tengah hutan pinus milik Perum Perhutani dan dapat dijangkau melalui jalan setapak dari Candi Cetho.

Struktrur asli Candi Kethek Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar
Candi Kethek memiliki struktur teras bertingkat menyerupai piramida dengan empat tingkat. Setiap teras dihubungkan tangga batu, dan teras paling atas diyakini sebagai lokasi bangunan utama candi. Di anak tangga terendah terdapat arca kura-kura yang melambangkan Dewa Wisnu dalam mitologi Hindu, khususnya cerita Samudramanthana, pengadukan lautan susu untuk mendapatkan tirta amerta atau air keabadian.
Berdasarkan arca dan gaya arsitektur yang mirip dengan Candi Cetho dan Candi Sukuh, Candi Kethek diperkirakan dibangun pada akhir masa Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-15 hingga ke-16. Candi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai lokasi spiritual untuk meruwat, atau membebaskan diri dari kesalahan dan dosa.
Meskipun keberadaannya sudah diketahui sejak 1842, Candi Kethek baru ditemukan kembali secara lebih jelas oleh masyarakat Dusun Cetho pada 2000 setelah kebakaran hutan memaksa kera meninggalkan lokasi. Pada 2005, Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah bekerja sama dengan Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada melakukan ekskavasi untuk mengungkap lebih banyak informasi mengenai candi.
Selain nilai sejarah dan religius, Candi Kethek menawarkan pengalaman wisata alam yang menenangkan. Suasana hutan pinus yang sejuk dan pemandangan pegunungan sekitar memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk refleksi dan kedamaian batin. Meski aksesnya menantang, perjalanan menuju candi memberikan sensasi petualangan yang menyenangkan, dengan sejumlah warung di sekitar Candi Cetho menjadi tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke Candi Kethek.







