IndonesiaBuzz : Jakarta, 5 Februari 2024 – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memberikan tanggapan terhadap kritikan yang disuarakan oleh akademisi dari berbagai kampus di Indonesia, menyatakan bahwa seruan tersebut sejalan dengan agenda perubahan yang diusung dalam Pilpres 2024. Pernyataan ini disampaikan oleh Cak Imin saat deklarasi dukungan dari keluarga besar Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) dan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) di Kantor DPP PKB, Jakarta, pada Minggu (4/2).
Menurut Cak Imin, kritikan yang dilontarkan oleh para guru besar, akademisi, dan penggerak kampus di seluruh Indonesia mencerminkan suara moral yang telah lama menjadi bagian dari agenda perjuangan AMIN. Ia menyambut baik dan menganggap seruan tersebut sebagai pengingat dan motivasi yang tinggi untuk melanjutkan perjuangan koalisi perubahan.
“Sangat menyambut baik dan membawa kami kepada motivasi yang semakin tinggi bahwa itu bukan sekadar koalisi perubahan tapi harapan seluruh kampus-kampus besar dan para guru besar yang ternama di berbagai daerah,” ujar Cak Imin.
Cak Imin juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons dari istana, khususnya respons Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, yang dianggapnya terkesan merespons kritikan akademisi seolah-olah terganggu oleh kepentingan politik. Ia menekankan agar pihak istana tidak mengaitkan isu moral dan etika dengan kepentingan politik.
“Saya kecewa dengan respons istana, seolah-olah ini ada kepentingan politik. Sekali-kali jangan ditarik-tarik ke politik, ini peringatan kepada kita semua, khususnya presiden dan seluruh pemerintahan,” tegas Cak Imin.
Cak Imin juga menekankan bahwa seruan moral dari akademisi bukanlah gerakan politik, melainkan gerakan moral dan intelektual yang bersifat independen. Ia menilai bahwa respons Ari Dwipayana membawa isu ini ke ranah politik, sementara seharusnya dipandang sebagai pengingat bagi semua pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menyampaikan bahwa penguatan politik dinasti yang berlebihan dan ketidaknetralan di seluruh level kepemimpinan telah menjadi sorotan. Ia berharap seruan moral dari akademisi menjadi cambuk untuk introspeksi dan perbaikan di masa yang akan datang.@cinde







