IndonesiaBuzz: Ponorogo, 7 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan dan kelayakan bangunan pondok pesantren (ponpes) di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai respons atas tragedi robohnya bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, beberapa waktu lalu yang menelan korban jiwa.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi fisik dan struktur bangunan seluruh pondok pesantren di Ponorogo. Tujuannya, agar kejadian serupa tidak sampai terjadi di Kota Reog.
“Langkah ini kami ambil untuk memastikan seluruh pondok pesantren di Ponorogo memiliki bangunan yang layak dan aman bagi para santri,” ujar Sugiri, Selasa (7/10/25).
Dalam pelaksanaannya, asesmen akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Kawasan Permukiman (PUPKP) bersama pimpinan pondok pesantren setempat. Pemeriksaan meliputi usia bangunan, kekuatan struktur, serta ketahanan terhadap guncangan atau beban berat.
“Melalui asesmen ini, kami ingin mengetahui kapan pondok pesantren tersebut dibangun dan sejauh mana ketahanan strukturnya terhadap potensi risiko bencana,” jelas Sugiri.
Bupati menambahkan, hasil asesmen nantinya akan dijadikan acuan rekomendasi perbaikan bagi pihak pengelola pesantren. Selain aspek kekuatan bangunan, Pemkab juga menekankan pentingnya sarana mitigasi bencana, seperti ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) dan hydrant.
“Kami juga akan melihat kesiapan sarana pendukung jika terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya,” imbuhnya.
Saat ini, di Kabupaten Ponorogo tercatat sekitar 120 pondok pesantren yang akan menjadi sasaran asesmen secara bertahap. Program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para santri dan kepercayaan bagi para orang tua yang menitipkan anaknya di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.
Dengan langkah ini, Pemkab Ponorogo menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, layak huni, dan berdaya tahan tinggi, sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (As Adil Fajar /Koresponden Ponorogo)







