IndonesiaBuzz: Pojok Milenial – Kalau belakangan kamu lihat tagar #KaburAjaDulu sliweran di timeline, yup kamu nggak salah lihat. Tagar ini lagi nge-hype banget di kalangan Gen Z dan milenial Indonesia. Bukan cuma sekadar lucu-lucuan atau tren sesaat, tapi jadi simbol keresahan anak muda yang mulai mikir serius: “Gue bisa berkembang nggak sih di negara sendiri?”
Banyak dari mereka mulai ngegas cari peluang ke luar negeri entah buat kuliah, kerja, atau sekadar escape dari rutinitas yang dianggap bikin burnout. Penyebabnya? Mulai dari biaya hidup yang makin naik, lowongan kerja yang makin sempit, sampai lingkungan kerja yang sering toxic tapi dibungkus dengan kata “loyalitas”.
“Kerja 10 jam sehari, gaji UMR, disuruh bersyukur. Bro, ini bukan ujian kesabaran,” tulis salah satu netizen di X yang langsung viral.
Buat sebagian orang, #KaburAjaDulu adalah bentuk soft protest atas situasi yang makin nggak ideal. Ada juga yang bilang ini adalah tanda kalau pemerintah harus mulai dengerin suara anak muda yang makin frustrasi sama sistem yang itu-itu aja.
Tapi nggak semua orang sepakat. Ada yang bilang, ini bentuk kurangnya resilience atau semangat bertahan. Tapi bagi yang sudah ngerasain kerasnya dunia kerja dan tekanan ekonomi, kabur bukan berarti nyerah tapi usaha cari kehidupan yang lebih make sense dan layak.
Jadi pertanyaannya sekarang:
Apakah ini cuma tren musiman, atau sinyal kalau anak muda Indonesia udah mulai capek dan cari pintu keluar? (red)







