IndonesiaBuzz: Ponorogo, 30 Desember 2024 – Suasana Alun-Alun Ponorogo pada Minggu (29/12/2024) penuh dengan khidmat dan kehangatan persaudaraan.
Lebih dari 60 ribu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berkumpul dalam perhelatan Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2024, sebuah acara yang mengedepankan doa bersama untuk kedamaian dunia dan merajut silaturahmi antaranggota.
Kegiatan diawali dengan berbagai atraksi spektakuler, mulai dari seni pencak silat, parade megah 102 Reog, hingga penayangan video capaian PSHT selama setahun terakhir.
Para peserta terlihat larut dalam suasana syukur dan introspeksi, menjadikan acara ini sebagai simbol persatuan sekaligus refleksi menjelang tahun baru.
Dalam pidatonya, Kangmas Moh. Komarudin, Ketua PSHT Cabang Ponorogo, menyampaikan apresiasi atas antusiasme anggota yang hadir.
Ia menegaskan bahwa BRB akan menjadi agenda tahunan yang sarat makna untuk memperkuat nilai-nilai introspeksi dan rasa syukur.”Acara ini bukan hanya perayaan, tetapi momen untuk memperbaiki diri, membuka lembaran baru, dan mempererat cinta kasih antar sesama,” ujar Kangmas Komarudin.
Ketua Pusat PSHT, Kangmas Murdjoko Hadi Wijoyo, memandang BRB 2024 sebagai momentum penting untuk membangun iman dan takwa.
Menurutnya, nilai-nilai persaudaraan lintas suku, agama, dan bangsa menjadi pilar utama yang harus dijaga.
“Mari jadikan persaudaraan ini sebagai fondasi kedamaian dunia. SH Terate harus menjadi teladan dengan mengedepankan nilai luhur dan kebijaksanaan,” katanya.
Kapolres Ponorogo, Anton Prasetyo, juga menyampaikan pesan penting terkait kedisiplinan dan ketertiban.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya mencerminkan kebesaran organisasi, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga masyarakat Ponorogo.
“Buatlah Ponorogo bangga dengan SH Terate. Pulanglah dengan tertib, tunjukkan bahwa kalian adalah organisasi besar yang memberikan manfaat bagi semua,” pesannya.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menambahkan bahwa BRB akan menjadi agenda tetap dalam kalender tahunan Ponorogo.
Ia berencana mengemas acara ini dengan lebih meriah di masa depan agar menarik wisatawan dan memperkuat branding daerah sebagai pusat budaya dan persaudaraan.
“BRB ini bukan hanya milik SH Terate, tetapi juga kebanggaan Ponorogo. Siapapun bupatinya, agenda ini harus terus digelar,” ujarnya.
Puncak acara BRB 2024 diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh sembilan ulama terkemuka Ponorogo. Doa ini menjadi simbol harapan untuk kedamaian dunia sekaligus refleksi spiritual bagi seluruh peserta.
Ketua Panitia BRB 2024, Kangmas KH. Hasyim Asy’ari, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini.
“Semoga keberkahan, guyub rukun, dan persaudaraan ini terus terjaga di masa mendatang,” pungkasnya.



