IndonesiaBuzz: Jakarta, 29 Januari 2024 – Meski baru beroperasi dalam waktu singkat, layanan Kereta Cepat di Indonesia kini menjadi topik pembicaraan dengan wacana perpanjangan jaringannya. Saat ini, Kereta Cepat hanya tersambung dari Jakarta ke Bandung, namun rencananya akan diperpanjang hingga ke ujung timur Pulau Jawa, yakni Surabaya. Terdapat opsi untuk menyambungkan lebih dulu ke Yogyakarta sebelum mencapai Surabaya, namun hal ini masih dalam tahap wacana dan belum ada kajian resmi.
Berikut adalah 3 fakta terkait rencana perpanjangan jaringan Kereta Cepat:
- Rencana Perpanjangan ke Yogyakarta Terlebih Dahulu Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, mengutarakan wacana perpanjangan Kereta Cepat ke Yogyakarta sebelum mencapai Surabaya. Hal ini disebut sebagai opsi yang mungkin dilakukan secara bertahap, dengan pertimbangan waktu dan biaya pembangunan. Meskipun hanya dalam tahap wacana, opsi ini mencuat sebagai pertimbangan untuk ekspansi jaringan Kereta Cepat.
- Opsi Masih Wacana dan Koordinasi General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa opsi perpanjangan ke Yogyakarta masih dalam tahap wacana dan koordinasi dengan pihak terkait. Meskipun Dwiyana Slamet Riyadi telah menyampaikan opsi tersebut, belum ada keputusan pasti. KCIC masih fokus pada peningkatan layanan yang ada dan transfer teknologi dari China.
- Kementerian Perhubungan Belum Menetapkan Jalur Perpanjangan Kementerian Perhubungan sebagai regulator utama perkeretaapian di Indonesia menyatakan belum ada pembicaraan formal mengenai wacana perpanjangan Kereta Cepat ke Yogyakarta dan Surabaya. Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, menekankan bahwa diperlukan studi kelayakan sebelum menetapkan jalur perpanjangan. Operasional Kereta Cepat diharapkan dilakukan secara bertahap.
Wacana perpanjangan jaringan Kereta Cepat ini menjadi sorotan, namun tetap memerlukan kajian mendalam sebelum menjadi keputusan resmi. Kementerian Perhubungan menekankan perlunya studi kelayakan sebagai langkah awal sebelum menetapkan jalur perpanjangan yang optimal. @cinde




