IndonesiaBuzz: Jakarta, 2 Juli 2025 – Program Beasiswa Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellows 2025 resmi dibuka bagi para pemuda di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai 23 Juni hingga 21 Juli 2025, memberi kesempatan kepada mahasiswa aktif maupun lulusan baru untuk mengikuti program kuliah singkat di Amerika Serikat selama sekitar lima minggu.
Program prestisius ini didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Tujuannya adalah mempertemukan para calon pemimpin muda dari negara-negara Asia Tenggara untuk membangun jejaring kepemimpinan lintas negara.
“Pemerintah AS berkomitmen untuk memberdayakan para pemimpin muda dan mempererat hubungan antara masyarakat Amerika Serikat dan Asia Tenggara yang berjumlah satu miliar,” ujar Jamie Ravetz, Juru Bicara Kedutaan Besar AS, dikutip dari situs resmi Kedutaan AS di Jakarta.
Ravetz menambahkan, “Melalui Program YSEALI Academic Fellows, kami tidak hanya berinvestasi pada potensi individu — kami berinvestasi pada masa depan kawasan ini,”
Syarat Pendaftar Beasiswa YSEALI 2025
Agar dapat mendaftar beasiswa ini, calon peserta harus memenuhi persyaratan berikut:
Berusia 18–25 tahun pada batas waktu pendaftaran. Meski begitu, pelamar di atas 25 tahun dengan kualifikasi luar biasa masih bisa dipertimbangkan.
Warga negara salah satu anggota ASEAN atau Timor-Leste: Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, atau Vietnam.
Mahasiswa aktif (penuh waktu atau paruh waktu) atau lulusan S1 dalam empat tahun terakhir.
Mahir berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.
Bukan warga negara atau penduduk tetap AS.
Bukan pegawai atau keluarga langsung pegawai pemerintah AS.
Bukan alumni program YSEALI Academic Fellows sebelumnya.
Memenuhi syarat untuk memperoleh visa J-1 AS (biaya visa ditanggung program).
Tidak dikenakan biaya apapun untuk peserta yang terpilih.
Komitmen dan Kewajiban Peserta yang Lolos
Peserta yang lolos seleksi beasiswa YSEALI 2025 diharapkan:
Memiliki minat, pengetahuan, atau pengalaman profesional dalam bidang keterlibatan masyarakat, sumber daya alam, inovasi dan kewirausahaan, atau masyarakat dan tata kelola.
Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat di universitas, tempat kerja, atau komunitas.
Berkomitmen terhadap kegiatan pelayanan masyarakat, kesukarelawanan, atau bimbingan.
Memiliki minat mendalam mempelajari Amerika Serikat dan Asia Tenggara sebagai kawasan.
Siap berpartisipasi aktif dalam program akademik intensif, kegiatan pengabdian masyarakat, dan kunjungan studi.
Berkomitmen untuk kembali ke negara asal dan menerapkan ilmu serta keterampilan yang diperoleh demi kemajuan komunitas, bangsa, atau kawasan.
Memiliki sedikit atau tidak ada pengalaman studi atau perjalanan ke AS sebelumnya.







