Wonogiri, 9 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memastikan akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi para pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Kota Wonogiri. Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu pedagang bangkit kembali setelah kehilangan tempat usaha dan modal akibat musibah kebakaran besar yang melanda pasar beberapa waktu lalu.
Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sarasehan bersama pedagang Pasar Kota Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/10/25). Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menyalurkan bantuan sekaligus menyiapkan pasar darurat agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti.
“Pedagang yang memiliki los atau kios di Pasar Kota Wonogiri yang terbakar akan mendapatkan bantuan sosial uang tunai senilai Rp1 juta. Bantuan ini diberikan kepada pedagang yang sudah terdata secara resmi sebagai penjual di pasar,” ujar Setyo.
Namun, Bupati menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran akan disesuaikan agar lebih adil dan proporsional.
“Kompensasi Rp1 juta akan kami hitung lagi. Ada pedagang yang punya sepuluh kios, ada yang hanya satu. Supaya adil, kemungkinan kami hitung per kios. Sumber dananya diambil dari belanja tidak terduga (BTT),” terangnya.
Selain memberikan kompensasi, Pemkab Wonogiri juga tengah menyiapkan pasar darurat lengkap dengan fasilitas listrik dan air di area luar Pasar Wonogiri. Lokasi tersebut dipilih agar pedagang tetap dapat beraktivitas sementara menunggu pembangunan pasar sementara yang lebih tertata.
Bupati Setyo menegaskan, seluruh proses relokasi dan penataan dilakukan tanpa pungutan biaya. Ia juga memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik jual beli lapak yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.
“Tidak ada pengkaplingan lapak. Kalau ada yang menjual lapak Rp500 ribu atau Rp1 juta, itu bukan dari pemerintah. Kami tidak menarik sepeser pun. Bila ditemukan pungutan liar, akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Menurut data sementara, total kerugian akibat kebakaran di Pasar Kota Wonogiri mencapai Rp81,5 miliar, belum termasuk kerusakan bangunan fisik pasar yang habis dilalap api. Pemkab telah menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan pascakejadian dan telah menyiapkan site plan untuk pembangunan pasar darurat.
Langkah cepat Pemkab Wonogiri ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan Forkopimda Wonogiri dalam menanggulangi dampak sosial ekonomi pasca kebakaran. Dengan adanya bantuan sosial, fasilitas pasar darurat, serta jaminan keamanan dari aparat, diharapkan para pedagang dapat segera bangkit dan kembali menjalankan roda perekonomian daerah dengan tertib dan aman. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







