IndonesiaBuzz: Jakarta, 28 Januari 2025 – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebutkan bahwa belalang dan ulat sagu akan menjadi bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan untuk siswa. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan standar menu secara nasional, melainkan fokus pada standar komposisi gizi.
“Oleh karena itu, harus ada ahli gizi di setiap SPPG (Satuan Pendidikan Penyedia Gizi) agar sumber daya lokal, kesukaan, dan kebiasaan masyarakat lokal dapat diakomodir jika memang diinginkan,” jelas Dadan saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (28/2/2025).
Dadan menjelaskan, beberapa daerah di Indonesia memang memiliki tradisi mengonsumsi serangga sebagai sumber protein. Namun, hal itu tidak berarti bahwa menu serangga akan diterapkan secara nasional dalam program MBG. “BGN akan mengakomodasi kebutuhan makanan masyarakat lokal dan menyesuaikannya dalam menu yang disajikan,” tambahnya.
Kritik dari DPR
Sebelumnya, wacana penggunaan serangga dalam program MBG mendapat kritik dari anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani. Irma menilai serangga seperti belalang dan ulat sagu tidak layak dijadikan variasi menu makanan bergizi untuk siswa.
“Tentu tidak layak masuk variasi menu MBG, dan melalui media ini saya peringatkan sebaiknya BGN tidak perlu memberikan argumen aneh-aneh. Fokus saja pada kontrol kualitas dan mencegah potensi fraud yang mungkin terjadi,” ujar Irma.
Menurutnya, sumber protein yang lebih sesuai dan layak untuk program MBG adalah telur, ikan, dan ayam, yang dapat diolah dengan ciri khas masing-masing daerah.







