IndonesiaBuzz: Ngawi, 12 April 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Tanah Air. Pesilat andalan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ngawi, Mujadidi Faizha Adhim, mendapat panggilan untuk memperkuat Indonesia pada kejuaraan dunia pencak silat yang akan digelar di Belgia, 24 hingga 26 April 2026.
Pemanggilan tersebut berasal dari program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menyusul undangan resmi dari federasi pencak silat Belgia. Dalam daftar yang diterima, Indonesia akan mengirimkan 10 atlet, didampingi empat pelatih dan satu manajer tim untuk berlaga di ajang internasional tersebut.
Mujadidi Faizha Adhim, pesilat muda asal Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, menjadi salah satu wakil dari Jawa Timur yang dipercaya membawa Merah Putih di kancah dunia. Atlet yang akrab disapa Dede itu dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional.
Saat dikonfirmasi, Dede membenarkan telah menerima surat pemanggilan dan saat ini tengah fokus menyelesaikan berbagai persyaratan administratif, termasuk pengurusan visa. Di sisi lain, ia tetap menjalani latihan intensif sembari menunggu agenda resmi dari Pelatnas.
“Surat sudah kami terima sekitar sepekan lalu. Saat ini masih melengkapi administrasi dan terus berlatih untuk persiapan,” ujarnya, Minggu (12/4/26).
Pada kejuaraan mendatang, Dede dijadwalkan turun di kelas A putra (45-50 kilogram). Ia pun memasang target tinggi dengan membidik podium tertinggi sebagai bentuk pembuktian kemampuan di ajang internasional.
“Target saya tentu juara satu. Pencak silat adalah warisan budaya Indonesia, jadi kami ingin menunjukkan bahwa kita mampu bersaing dan menjadi yang terbaik,” tegasnya.
Keikutsertaan Dede di ajang dunia ini sekaligus menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet di lingkungan PSHT dalam melahirkan pesilat berprestasi. Selain itu, momentum ini diharapkan mampu memperkuat posisi pencak silat sebagai identitas budaya bangsa yang semakin dikenal di tingkat global.
Dede pun berharap dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar PSHT, agar dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







