IndonesiaBuzz: Jakarta, 15 Februari 2024 – Calon Presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, memberikan respons terhadap hasil hitung cepat atau quick count yang menunjukkan posisinya saat ini dalam perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Menurut data dari quick count Litbang Kompas pada pukul 21.21 WIB, dengan 88,45 persen suara masuk, pasangan Prabowo-Gibran memimpin dengan 58,78 persen, diikuti oleh pasangan Anies-Muhaimin dengan 25,1 persen, dan pasangan Ganjar-Mahfud dengan 16,17 persen.
Anies Baswedan menyatakan sikapnya untuk menghormati hasil quick count tersebut, menganggapnya sebagai cerminan keinginan rakyat dalam memilih pemimpin.
“Dalam prinsip demokrasi, kami akan menghormati hasil yang muncul dari aspirasi rakyat karena itu adalah keinginan rakyat. Kita harus menghormati dan menghargai keputusan rakyat. Ini adalah komitmen kami,” ungkap Anies, Rabu (14/2/2024) malam.
Meski demikian, Anies menegaskan bahwa hasil quick count hanya bersifat sementara dan ia akan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggara pemilu, yaitu KPU, untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka bukan hanya bertugas menyelenggarakan, tetapi juga menyelesaikan proses penghitungan dengan baik,” tambah Anies.
Anies Baswedan juga berbicara mengenai slogan perubahan yang menjadi fokus kampanyenya. Ia menekankan bahwa gerakan perubahan tersebut telah membawa nuansa baru dalam kampanyenya, namun kini berkembang menjadi misi yang lebih besar.
“Saat ini, kita menyaksikan gelombang besar pejuang perubahan yang luar biasa. Slogan seperti serba swa, swakarsa, swadana, dan swakarya telah mewarnai kampanye kami dengan kuat,” jelasnya.
Anies berkomitmen untuk terus mendorong gerakan perubahan ini di berbagai sektor, dengan harapan dapat meningkatkan demokrasi dan mengurangi ketimpangan di Indonesia.
“Dalam perjuangan ini, saya akan tetap berada di garis depan dan tidak akan berubah sedikit pun,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Dengan pernyataan tersebut, Anies Baswedan menegaskan sikapnya untuk menghormati proses demokrasi dan menunggu hasil resmi dari KPU, sambil terus mengadvokasi gerakan perubahan yang diusungnya.







