IndonesiaBuzz: Wonogiri, 6 April 2026 – Ancaman kemarau panjang pada 2026 diprediksi akan berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Wonogiri. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian (Dispertan) mengimbau para petani untuk melakukan langkah antisipatif guna menjaga produktivitas lahan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Kepala Dispertan Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, menyampaikan bahwa prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan adanya fenomena El Nino pada tahun ini. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas panas yang lebih tinggi.
“Dampaknya akan terasa pada sektor pertanian, terutama penurunan luas tanam padi yang berpotensi menurunkan produksi,” ujarnya, Minggu (5/4/26).
Penurunan luas tanam diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026, seiring awal musim kemarau. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, luas tanam padi di Wonogiri pada 2025 mencapai 68.762 hektare dengan total produksi sekitar 359.000 ton per tahun.
Meski demikian, Dispertan belum dapat memastikan besaran penurunan produksi tahun ini. Berbagai strategi pun disiapkan guna menekan dampak yang ditimbulkan, di antaranya efisiensi penggunaan air irigasi, pemanfaatan benih padi super genjah, serta optimalisasi mekanisasi pertanian untuk mempercepat proses olah tanah dan panen.
Selain itu, petani juga didorong memanfaatkan sumber air alternatif melalui sistem irigasi perpipaan dan perpompaan guna menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
Kepala Bidang Produksi dan Penyuluhan Dispertan Wonogiri, Muhammad Shidiq Purwanto, menambahkan pentingnya diversifikasi tanaman sebagai langkah adaptif menghadapi perubahan iklim.
“Petani perlu mulai mengalihkan sebagian lahan ke komoditas yang lebih tahan kekeringan seperti tembakau, sorgum, kedelai, dan kacang hijau,” jelasnya.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pertanian di Wonogiri, sekaligus memastikan ketahanan pangan tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan kemarau panjang akibat fenomena iklim global. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







