IndonesiaBuzz: Taiwan, 4 Juli 2025 – Nama Allena begitu lekat di hati komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Perempuan asal Solo, Jawa Tengah ini bukan hanya dikenal sebagai pemilik sukses Toko Indo Allena, tetapi juga sebagai figur kemanusiaan yang berdedikasi membantu para migran, khususnya PMI yang menghadapi musibah, sakit parah, hingga meninggal dunia di negeri rantau.
Perjalanan Allena dimulai dari dunia keperawatan. Pada awal 1990-an, ia menyelesaikan pendidikan di akademi keperawatan dan sempat bekerja di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah. Takdir kemudian membawanya merantau ke Taiwan untuk bekerja.
Di sana, ia menemukan jodohnya dan kini menetap sebagai warga negara Taiwan. Meski telah berganti kewarganegaraan, kecintaannya terhadap Indonesia tak pernah pudar.
“Saya mungkin sudah berganti kewarganegaraan, tapi hati saya tetap Indonesia,” ujar Allena.
Melihat banyaknya PMI yang kesulitan mendapatkan kebutuhan khas Indonesia, Allena mendirikan Toko Indo Allena.
Toko ini menyediakan berbagai produk Tanah Air seperti sembako, makanan ringan, hingga jasa katering. Lebih dari sekadar tempat belanja, toko tersebut menjadi ruang nostalgia, tempat berkumpul, dan penguat solidaritas antar-PMI.
Yang membedakan Toko Indo Allena dari toko lainnya adalah misi kemanusiaan yang diemban. Toko ini juga berfungsi sebagai pusat layanan sosial, tempat di mana PMI datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga mencari bantuan dan perlindungan.
Allena membentuk jaringan relawan dan tim kemanusiaan, baik di Taiwan maupun Indonesia.
Di Taiwan, ia aktif bekerja sama dengan tokoh komunitas seperti Mbok Cikrak, Miss Yuni, dan Afrin Eka. Bersama mereka, Allena turun tangan langsung menangani kasus PMI yang mengalami kecelakaan kerja, sakit berat, hingga menghadapi masalah hukum.
Tak hanya berhenti pada pendampingan, Allena juga terlibat dalam pembiayaan berbagai bentuk bantuan.
Ia bahkan tak segan menggunakan uang pribadinya untuk membiayai pengobatan PMI tidak mampu, termasuk pemulangan jenazah ke Indonesia.
Di Tanah Air, timnya turut membantu menjembatani komunikasi antara PMI dengan keluarga, serta berkoordinasi dengan pemerintah dalam penyelesaian administrasi dan hak-hak ahli waris.
“Membantu itu bukan soal bisa atau tidak, tapi soal mau atau tidak,” kata Allena.
Meski telah menjadi warga negara Taiwan, Allena tetap menunjukkan nasionalisme yang kuat dan kepedulian mendalam terhadap sesama WNI. Ia menjadi simbol bahwa identitas kewarganegaraan tidak membatasi semangat kemanusiaan dan cinta tanah air.
Kini, Toko Indo Allena dikenal tidak hanya sebagai tempat berbelanja kebutuhan khas Indonesia, tetapi juga sebagai simbol perjuangan, kasih sayang, dan kepedulian di perantauan.
Kisah Allena menjadi bukti bahwa seorang diaspora pun bisa menjadi pelita bagi bangsanya, bahkan di negeri asing.




